Guru Konsultan Dompet Dhuafa Dampingi Kepala Sekolah SDN 16 Lukit Melakukan Supervisi Guru
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 09 Maret 2016 09:03:29
Guru Konsultan Dompet Dhuafa Dampingi Kepala Sekolah SDN 16 Lukit Melakukan Supervisi Guru
KETERANGAN GAMBAR :
Kitty Andriany, S.Pd. Guru Konsultan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa

MERANTI, UTUSANRIAU.CO - Bekal paling berharga adalah ilmu. Membekali diri dengan ilmu sama dengan menanam benih kebaikan. Ilmu tidaklah didapat kecuali dengan belajar. Maka membekali diri dengan ilmu sebelum mengajarkan merupakan suatu kewajiban. Dan seorang guru tidak akan mampu mengajarkan ilmu yang ia tidak miliki/kuasai. Pepatah Arab mengatakan bahwa sesuatu yang tidak punya tidak bisa memberikan apa-apa.

Dalam rangka meningkatkan kualitas sistem intruksional SDN 16 Lukit yang terletak di Kecamatan Merbau, Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Prov. Riau maka Guru Konsultan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa bersama-sama dengan kepala sekolah melakukan supervisi pembelajaran guru. Hal ini dilakukan sebagai usaha membimbing 
kepala sekolah terkait dengan tugasnya sebagai supervisor terhadap pembelajaran yang dilakukan guru.

Menurut G. Dickey (Ibid, 120) bahwa supervisi adalah suatu program yang berencana untuk memperbaiki pengajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat Boardman (Ibid, 120) yang menyatakan bahwa supervisi adalah suatu usaha menstimulir, mengkoordinir, dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru sekolah baik secara individual maupun kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran, sehingga dengan demikian mereka mampu dan lebih cakap berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern. 

Adapun tujuan dari kegiatan supervisi tersebut adalah untuk mengembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik. Sebuah pengawasan untuk mengadakan evaluasi sebagai upaya pengukuran kemajuan sekolah.

Kegiatan supervisi pembelajaran guru ini merupakan supervisi pertama kali yang dilakukan di SDN 16 Lukit semenjak mandirinya sekolah tersebut sebagai sekolah negeri. 

Kegiatan ini dimulai pada Jum’at, 4 Maret 2016 dan Selasa, 8 Maret 2016. Banyak hal yang perlu mendapat perhatian. Mulai dari proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas sampai kepada budaya sekolah yang harus ditanamkan mulai dari kelas-kelas pembelajaran guru. 

Dari segi KBM yang menjadi fokus adalah keterampilan mengajar guru yang mencakup keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan menjelaskan, keterampilan bertanya, keterampilan mengadakan variasi dalam pembelajaran dan penguatan, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan membimbing kelompok diskusi, serta keterampilan manajemen kelas. 

Sedangkan dari sisi budaya sekolah hal yang menjadi fokus adalah pembiasaan anak dalam hal sopan santun bersikap kepada guru, tata tertib dan kerapian saat memasuki kelas, dalam kegiatan belajar maupun saat sebelum pulang sekolah. 

Budaya salam dan bertutur kata yang santun menjadi poin penting dalam menanamkan budaya sekolah yang baik. Tidak hanya siswa, justru guru menjadi perhatian utama. Sebab guru adalah sosok yang digugu dan ditiru.

"Kami berharap sekolah kami nantinya akan berkembang dan jauh lebih baik dari sebelumnya setelah mendapatkan pelatihan-pelatihan serta bimbingan untuk langsung menerapkannya dari ibu-ibu guru team Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa,"Papar M. Toyib Kepala SDN 16 Lukit.

"Harapan kami, selain supervisi yang kami lakukan bersama-sama kepala sekolah, juga akan terus berlanjut dan intens dilakukan secara mandiri oleh kepala sekolah terhadap seluruh guru SDN 16 Lukit sehingga dapat dilihat bagaimana perkembangan dan kemajuannya. Dengan begitu maka kualitas sekolah akan tumbuh,"Tutur Kitty Andriany, 
S.Pd. Guru konsultan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa asal Rokan Hulu.

Kitty Andriany, S.Pd. Alumnus Pendidikan Fisika FKIP Universitas Riau. Semasa kuliah aktif di UKMI Al-Maidan dan Forum Lingkar Pena cabang Pekanbaru. Saat ini sedang mengabdikan dirinya di dunia pendidikan sebagai Guru Konsultan Yayasan Dompet Dhuafa dengan daerah penempatan Kab. Kp. Meranti, Riau.


Penulis: 


Kitty Andriany, S.Pd. 
(Guru konsultan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa asal Rokan Hulu)

 
INFO TERKAIT 
 Minggu, 29 Juli 2018 11:07:56
Kota Siak Ditetapkan Jdi Cagar Budaya Nasional
 Senin, 26 Maret 2018 10:03:43
Persoalan Klasik Daftar Pemilih
 Minggu, 17 Desember 2017 12:12:17
PERS Bebas Bukan "Liar" Tanpa Aturan
 Selasa, 10 Oktober 2017 08:10:15
Konstelasi Politik Jelang Pilgub Riau 2018
 Senin, 02 Oktober 2017 10:10:31
Nasib 300 Desa Pasca Perda RTRWP Riau di Ketok Palu
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca