Ini Alasan Gaun Pengantin Berwarna Putih
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 30 Maret 2016 09:03:52
Ini Alasan Gaun Pengantin Berwarna Putih
KETERANGAN GAMBAR :


UTUSANRIAU.CO - Saat ini mulai banyak wanita yang berani tampil beda dan mendobrak tradisi pernikahan dengan memilih gaun pengantin warna non konvensional, seperti pastel hingga hitam. Meski begitu putih tetap saja menjadi palet favoritnya. Putih dianggap melambangkan kesucian atau kemurnian seperti seharusnya sebuah perkawinan. Dilakukan turun menurun, baju bridal putih pun dianggap sebagai sebuah tradisi di hari bahagia sepasang mempelai.

Namun tahukah Anda jika sebenarnya gaun pengantin ala Barat awalnya bukan berwarna putih? Tren baju pernikahan putih ternyata baru muncul 176 tahun lalu. Dilansir Time, sebelumnya para wanita lebih banyak mengenakan pakaian berwarna merah di hari bahagia mereka. Putih tidak sama sekali melambangkan kesucian malah lebih sering diasosiasikan dengan duka.

Hal tersebut berubah setelah Ratu Victoria berjalan di altar. Ketika menikah dengan Pangeran Albert dari Saxe-Couburg, Victoria menggunakan gaun pengantin putih. Menurut Washington Post, saat itu ia mengenakan gaun dengan kombinasi bahan sutra, satin, dan renda. Penampilannya pun dipermanis dengan flower crown dari bunga jeruk.

Mendobrak kebiasaan, para anggota dewan merasa pilihan tersebut terlalu konservatif. Untungnya, masyarakat Ratu Victoria menyukainya. Tidak lama kemudian, gaun pengantin pun mulai tren di berbagai wilayah.

Lalu dari mana asalnya putih menjadi lambang dari kesucian? Alasannya memang belum diketahui secara pasti namun hal tersebut sepertinya bukan datang dari imej Ratu Victoria. Kemungkinan setiap era mempunyai persepsi yang berbeda terhadap simbol kemurnian yang pada zaman dahulu diasosiakan dengan merah.

Sebuah pernyataan dalam buku Amerika bertajuk Godey's Lady's Book ini pun bisa menjadi jawabannya. "Putih adalah warna yang paling cocok, apapun bahannya. Itu adalah gamabaran dari kesucian dan keluguan dari masa kegadisan, dan hati tidak ternoda di mana sekarang dia sudah serahkan kepada seseorang terpilih." kata buku yang terbit 10 tahun setelah pernikahan Victoria dan Albert tersebut. (wolipop.com)

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 06 Desember 2017 12:12:07
Disbudpar Promosikan Pariwisata Halal
 Selasa, 15 August 2017 03:08:35
Dishub Pekanbaru Bagikan 700 Rompi untuk Jukir
 Rabu, 19 Juli 2017 04:07:19
Tim PKK Rambah Hilir Lomba Menu Lezat Dan Bergizi
 Rabu, 19 Juli 2017 09:07:27
Wanita Ini Tetap Punya Perut Ramping Meski Hamil 6 Bulan
 Senin, 23 Januari 2017 07:01:24
Ingin Service Radiator Mobil di Jenggot Ahlinya
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca