RSUD Pekanbaru Gagal Beroperasi Tahun 2018
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 14 August 2017 06:08:22
RSUD Pekanbaru Gagal Beroperasi Tahun 2018
KETERANGAN GAMBAR :
bangunan RSUD Pekanbaru di Jalan Garuda Sakti

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe C milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di Jalan Garuda Sakti dipastikan gagal beroperasi tahun 2018 besok. Hal itu disebabkan tidak tersedianya anggaran.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, Rahmad, Senin (14/8/2017). Menurutnya anggaran itu dibutuhkan untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes), tenaga kerja serta anggaran untuk menuntaskan fisik bangunan.

Meski demikian ditegaskan Rahmad, pihaknya akan berupaya untuk mencari bantuan dana agar RSUD segera beroperasi. "Untuk anggaran di APBN Perubahan batal. Alasannya kalau kita dapat informasi, memang pendanaan ini sifatnya sudah nasional. Sehingga DAK (Dana Alokasi Khusus) yang tadinya ditransfer ke daerah itu dipergunakan untuk membayar utang dana DAK 2016 tunda bayar. Jadi karena itu lebih diprioritaskan untuk itu, sehingga proposal kita untuk APBNP ini untuk alat kesehatan batal. Tapi untuk 2018 kita coba lagi mencari solusinya. Jadi apapun anggarannya kita akan coba terus buat proposalnya, jadi tinggal ganti tanggal dan tahunnya saja, karena yang diminta sama," sebut Rahmad.

Selain itu dikatakan Rahmad, ia tengah mengupayakan untuk mendapatkan bantuan lainnya. Seperti Bankeu dan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

"Kalau kita melihat untuk APBD sendiri, mungkin kita sama-sama melihat, karena APBD kita memang kecil. Sekarang kita  mengupayakan juga untuk Bankeu mungkin ya untuk APBD Riau. Jadi memang rumah sakit ini harus beroperasional dulu, beroperasi dulu, teregistrasi dulu, mungkin kita akan lebih leluasa untuk meminta bantuan. Jadi kendalanya juga karena kita belum beroperasional, tapi sekarang ini sudah lagi proses izin  operasionalnya, Kita berharap setelah operasional, nanti kita lebih leluasa untuk meminjam bantuan. Kita juga coba upayakan APBD provinsi mungkin ya. Lagi masukkan proposalnya. Mudah-mudahan provinsi mau bantu," terang Rahmad.

Saat disinggung fisik bangunan RSUD, dikatakan Rahmad, saat ini bari berjalan sekitar 82 persen. Untuk menuntaskannya. Pihaknya akan menggesa di tahun 2018.

"Secara fisik memang bangunan belum selesai 100 persen, baru 82 persen. Di 2018 kita optimalkan lagi penyelesaiannya. Kita berharap simultan antara penyiapan fisik, penyedian tenaga kerjanya dan Alkes nya sejalan. Kita berharap selambat-lambatnya 2019 lah beroperasi). Mudah-mudahan bisa," harap Rahmad.

Saat ditanya besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan Alkes, dikatakan Rahmad, lebih kurang sebesar Rp 135 milar. "Secara perencanaan kita butuhkan Rp135 miliar. Hal ini lebih besar dari bangunan fisiknya. Untuk total fisiknya secara perencanaan Rp125 miliar, multi years kita kemaren Rp80 miliar. Sedangkan 80 miliar ini tidak selesai 100 persen. Untuk total anggaran lanjutan yang belum selesai kalau kita gabung keseluruhan secara perencanaan butuh Rp 66 miliar lagi. Fisik itu terutama arsitektur dan elektrikal mekanikal. Jadi 30 persen dari biaya DED rumah sakit ini 30 persen itu elektrikal mekanikal. Karena, memang rumah sakit itu elektrikal mekanikalnya memang komplek, pipa gas medis, instalasi yang berbau kesehatan lah,"  ungkap Rahmad sembari menyebutkan untuk pengoperasian RSUD membutuhkan tenaga kerja lebih kurang 230 orang.

Diterangkan Rahmad, untuk jumlah yang pastinya silahkan tanyakan kepada pihak BPKAD. "Merekalah yang mengetahuinya secara rinci," tutup Rahmad. (mxg)

 
INFO TERKAIT 
 Jumat, 24 November 2017 08:11:37
Wabup Meranti Buka Pencanangan TNI KB Kesehatan dan Pencanangan PKK-KB Kes
 Rabu, 22 November 2017 11:11:43
Anggaran Diskes Kota Pekanbaru 2018 berjumlah sekitar Rp 128,5 Miliar
 Rabu, 22 November 2017 10:11:03
Ini Langkah yang di Lakukan Pemkab Meranti Terbebas dari Penyakit Kaki Gajah
 Selasa, 14 November 2017 07:11:45
HM. Wardan: Kesehatan Menjadi Kunci Utama dalam Kehidupan
 Senin, 13 November 2017 07:11:08
Dua Puskesmas di Bengkalis Telah Terakreditasi dengan Predikat Madya
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca