Pemerintah desa Rambah Muda Gelar Penerbitan akte kelahiran massal
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 13 September 2017 04:09:57
Pemerintah desa Rambah Muda Gelar Penerbitan akte kelahiran massal
KETERANGAN GAMBAR :
Pemerintah desa Rambah Muda Gelar Penerbitan akte kelahiran massal

ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kepala desa Rambah Muda kecamatan rambah hilir kabupaten rokan hulu , Rian Denny Setiawan gelar penerbiatan akte kelahiran anak secara massal yang dilaksanakan di auala  kantor desa rabu (13/9/2017).

Untuk penerbitan akte kelahiran anak secara massal tersebut, kepala desa rambah muda menurunkan tim dari dinas
kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) melalui kepala seksi (Kasi) kelahiran anak, Rizki Hidayat SH.

Kasi kelahiran anak Disdukcapil rohul, Rizki Hidayat mengatakan langkah yang dilakukan Kepala Desa Rambah Muda Rian Denny Setiawan S.IP untuk  menggandeng kita  dalam pembuatan akte kelahiran anak disambut antusias warganya.

Terlihat ratusan warga Desa Rambah Muda mendatangi kantor desa untuk  mengikuti proses register buku atau tanda tangan buku, sebelum diterbitkan Akte Kelahiran bagi anak.

‎‎"Ini sangat-sangat membantu sekali, apalagi sekarang Disdukcapil kita digesa pengurusan Akte Kelahiran dari pemerintah pusat " Ujar Rizki.

Kedepan kita juga berharap agar seluruh pemdes   yang ada di Kabupaten untuk selalu memikirkan warganya dalam pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) baik itu, KK, KTP, maupun Akte Kelahiran.

Kita turun kelapangan pembuatan Akte massal maupun KK tidak hanya di desa Rambah Muda saja tetapi juga sudah dilaksanakan di desa Tambusai Utara, Kepenuhan dan Tandun.

Sampai saat ini sedikitnya sudah  60 persen anak di Kabupaten Rohul yang sudah memiliki Akte Kelahiran atau Akte kelahiran. " Terang Rizki.

‎Sementara, kepala desa  (Kades) Rambah Muda Rian Denny Setiawan (13/9) mengaku antusias warganya memang cukup tinggi untuk pengurusan Akte Kelahiran massal yang kita gelar.

Awalnya, hanya ada 56 warga yang mendaftar dan melengkapi berkas untuk ikut dalam pengurusan Akte Kelahiran, namun pas hari H, lebih dari 100 warga yang mendaftarkan anaknya untuk mendapatkan Akte Kelahiran.

Ditanya apa alasan warga enggan mengurus Adminduk langsung, Denny menduga karena warga phobia, seperti pengurusan dipersulit dan dikenakan biaya dan lain sebagainya.

"Jadi tugas kami selaku pemerintah desa menerapkan apa kebijakan kabupaten bahwanya desa harus punya terobosan-terobosan, terutama di bidang pelayanan ke masyarakat," jelas Denny.

"Ini gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun," tambah Denny, dan mengakui sejauh ini diperkirakan lebih dari 50 persen warga yang sudah mengurus Akte Kelahiran. (Ar)

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 25 September 2017 12:09:09
Soaialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (Apoa)
 Senin, 25 September 2017 11:09:44
Pemko Dukung Program Kinerja FPRM untuk Membina Pemuda
 Senin, 25 September 2017 11:09:03
Wako Harapkan Gempars untuk Bersinergi dengan Pemerintah
 Senin, 25 September 2017 08:09:13
Dishub Terapkan Sistem Derek bagi Kendaraan yang Parkir Sembarangan
 Senin, 25 September 2017 06:09:21
Tiga Rumah Ludes di Lalap Sijago Merah
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca