Dinas Kesehatan Temukan Apotek Tak Berizin
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 25 September 2017 12:09:58
Dinas Kesehatan Temukan Apotek Tak Berizin
KETERANGAN GAMBAR :
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Helda S Munir / foto Internet

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO  -  Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, menemukan sejumlah apotek dan praktik dokter gigi tak berizin dari inspeksi mendadak yang dilakukan akhir pekan ini.
     
"Secara administrasi (apotek maupun praktik kedokteran) yang tidak melengkapi izin, kita tutup dulu," ungkap  Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Helda S Munir kepada  wartawan, Senin (25/9/2017).
    
Dijelaskan Helda, sejumlah apotek maupun praktik dokter tidak berizin tersebut ditemukan oleh tim terpadu Dinkes Pekanbaru bersama Polresta Pekanbaru akhir pekan ini. Tujuan awal tim terpadu tersebut sebenarnya adalah melakukan inspeksi mendadak keberadaan obat paracetamol, caffeine dan carisoprodol (PCC).
      
Namun, bukan PCC yang ditemukan, tim justru menemukan sejumlah apotek dan praktik dokter gigi yang tidak melengkapi izin, atau tidak sesuai regulasi yang berlaku.  
       
Informasi yang diperoleh, sejumlah apotek tidak berizin diantaranya adalah Apotek Perkasa Pasar Ramayana, Toko Obat Sentral Sehat, Sanur dan Dia. 
     
Seluruh apotek maupun toko obat di atas diketahui melakukan sejumlah pelanggaran, diantara tidak dilengkapi izin, menyalahgunakan izin, tempat kurnag layak hingga keberadaan obat kedaluwarsa.
     
Selanjutnya turut ditemukan klinik gigi Jalan Pinang yang tidak dilengkapi surat izin usaha, hingga menjual obat-obat tidak layak. 
        
Ia mengatakan, hingga kini pihaknya telah menutup seluruh apotek bermasalah itu. Ia menuturkan bahwa penutupan itu merupakan sanksi sementara yang diterapkan kepada pengelola. 
     
Dia juga menjelaskan bahwa Dinkes Pekanbaru masih akan terus berkoordinasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) terkait temuan tersebut. 
     
Lebih jauh, dikatakan Helda, ia  membantah telah kecolongan dengan temuan sejumlah apotek, toko obat maupun praktik dokter yang menyalahi aturan tersebut. 
     
"Kita bukan kecolongan, karena seharusnya mereka sudah tahu yang berkaitan dengan usaha terutama farmakologi dapat melengkapi izin," ujar Helda.
       
Helda menuturkan sejauh ini Dinkes Pekanbaru akan mengedepankan proses pembinaan. Sementara apotek ditutup, dia menuturkan akan memberikan kesempatan kepada pengelola untuk mengurus seluruh perizinan. Kemudian, untuk obat kedaluwarsa hal itu masih akan dikoordinasikan dengan BBPOM Pekanbaru.**ur2

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 16 April 2018 08:04:25
Upgrade Keilmuan Dokter Umum, PDUI Riau Gelar Seminar dan Workshop
 Minggu, 15 April 2018 12:04:36
Menkes dan Memperin Bakal Hadiri Kongres IAI ke -XX di Riau
 Rabu, 11 April 2018 03:04:05
Abdul Kadir Minta Manajemen RSUD Bengkalis Segera Umumkan Tenaga Kontrak
 Jumat, 06 April 2018 09:04:18
Gerakan Ketuk Pintu 1000 Rumah Bengkalis Temukan 707 TBC Baru
 Kamis, 05 April 2018 09:04:36
Isu Ikan Kaleng Bercacing, Bupati Rohul Minta Dinas Terkait Melakukan Pengawasan
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca