Diduga Limbah PKS PT. EMA Cemari Lingkungan Warga di Empat Desa
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 18 Oktober 2017 04:10:18
Diduga Limbah PKS PT. EMA Cemari Lingkungan Warga di Empat Desa
KETERANGAN GAMBAR :
Pengambilan Sampel Limbah Pabrik PKS PT EMA

ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO - Kolam limbah atau yang sering disebut Tanggul limbah  Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Eluan Mahkota (EMA) yang beropera di desa Sei Rokan Jaya (Seroja) kecamatan Kepenuhan kabupaten Rokan Hulu (Rohul)  jebol,  Insiden ini menyebabkan tercemarnya aliran sungai batang lubuh hingga merusak ekosistem, termasuk matinya ratusan  ikan di aliran sungai.

Akibat jebolnya kolam limbah PKS PT. EMA tersebut mencemari lingkungan empat desa yang terdapat dikecamatan kepenuhan diantaranya, Kelurahan kota tengah, desa Sei Rokan Jaya (Seroja), Kepenuhan Timur (Pasir Pandak), dan Kepenuhan Hilir (Kasimang).

Pasalnya limbah PKS PT. EMA tersebut mengalir ke sungai mulai dari sungai -sungai kecil hingga ke sungai batang lubuh, bahkan aliran sungai yang dilewati limbah PKS tersebut menyebabkan banyak ikan mati sehingga merusak ekosistem sungai.

Atas kejadian ini warga meminta kepada pemerintah untuk tegas terhadap perusahaan nakal, hingga pada sanksi pencabutan izin operasional perusahaan.

“Kami atas nama masyarakat 4 Desa yang terdampak limbah pabrik PT Ema meminta tanggungjawab perusahaan, kejadian ini juga akan Kita laporkan ke Bapak Bupati untuk mencari solusi atas permasalahan ini,” kata Camat Kepenuhan Recko Roeandra, S.STP didampingi 4 Kades yang menjadi korban pencemaran di kantor PT EMA, Selasa (17/10/2017).

Dikatakan Recko kejadian ini menyebabkan tercemarnya aliran sungai batang lubuh hingga merusak ekosistem, termasuk matinya ratusan  ikan di aliran sungai.

“Masyarakatpun menjadi resah, sebab sungai yang selama ini mereka gunakan untuk beraktifitas sehari-hari seperti mandi, mencuci dan mencari ikan tidak bisa lagi, karena sudah tercemar limbah pabrik yang mengalir di anak sungai batang lubuh,” ungkapnya.

"30 parsen masyarakat kecamatan kepenuhan kepenuhan masih mengandalkan sungai untuk mencari ikan "

“Warga mendesak kepeda pemerintah untuk mencabut izin perusahaan, sebab hampir setiap tahun kejadian ini terus berulang, namun pada tahun ini merupakan kejadian yang terparah,” katanya.

Sementara kades kepenuhan timur, Ashar (17/10) membenarkan PKS PT. EMA telah membuang limbah ke sungai, hal ini terbukti ketika warna air sungai berumah menjadi hitam dan kecoklatan.

" Kejadian ini merupakan yang terbesar selama PKS beroperasi, bahkan menyebabkan ikan mati " Ujarnya.

Sedangkan kades Sei Rokan Jaya M. Dain juga mengungkapkan hal yang sama, bahkan pembuangan limbah oleh PT. EMA setiap tahun tetap ke sungai namun kali ini yang terparah.

Kami masyarakat empat desa menuntut PT. EMA untuk memperbaiki ekositem sungai, jika sungai tercemar warga tidak akan bisa lagi menangkap ikan sementara sebagian warga melangsungkan hidupnya melalui sungai untuk mencari ikan " Kecamnya.

Terkait kejadian ini Tim Dinas Lingkungan hidup dipimpin langsung Kabid Pengawasan, Asdinoper bersama sejumlah anggotanya langsung turun.

Dari lokasi kolam limbah yang kita lihat, ternyata tanggul kolam jebol sehingga limbah mengalir ke sungai, selain itu kolam limbah tidak ada lagi pembatas antara kolam limbah satu ke kolam limbah lainnya.

“Hasil lab akan keluar 15 hari kedepan, tapi secara kasat mata kita melihat adanya kelalaian dari perusahaan sehingga merusak lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sejauh ini pihak dinas lingkungan hidup baru bisa mengatakan terindikasi pencemaran, dan jika hasil laboraturium membuktikan limbah tidak memenuhi baku mutu maka perusahaan bakal ditindak sesuai UU 32 dikenakan sanksi pidana maksimal 3 tahun penjara dan denda Rp3 Miliar.

Sementara itu, Manajer PT EMA, Hasoloan Sianturi mengaku bersalah dan siap bertanggungjawab, dan  bocornya kolam limbah sampai mencemari aliran sungai disebabkan faktor alam bukan disengaja.

“Atas nama perusahaan kami minta maaf, ini bukan kami sengaja,” terangnya singkat.**(Ar)

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 09 Juni 2018 05:06:59
Pantauan BMKG Pekanbaru, 14 Hotspot Muncul di Sumatera
 Rabu, 30 Mei 2018 08:05:42
Apindo Riau: Tanpa Regulasi Perizinan Baik, RTRW Riau Itu Tak Berarti Apa-Apa
 Rabu, 28 Maret 2018 06:05:44
RTRW Jadi Stimulan Positif Pengembangan Daerah
 Rabu, 23 Mei 2018 04:05:58
Warga Rohul Harus Waspada Intesitas Curah Hujan Tinggi Diprediksi Akan Terjadi Banjir
 Senin, 14 Mei 2018 10:05:50
TingkatkĂ n Kelestarian Laut, Forhati Gerakkan Tanam Mangrove
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca