La Nina, Hujan Lebat dan Musim Dingin Diperkirakan Mengakibatkan Penurunan Suplai Global akan Karet Alam
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 09 November 2017 07:11:23
La Nina, Hujan Lebat dan Musim Dingin Diperkirakan Mengakibatkan Penurunan Suplai Global akan Karet Alam
KETERANGAN GAMBAR :
International Rubber Consortium (IRCo)

BANGKOK, THAILAND, UTUSANRIAU.CO -  International Rubber Consortium (IRCo) yang terdiri dari para perwakilan negara Thailand, Indonesia dan Malaysia -- memperkirakan penurunan jumlah suplai akan karet alam atau natural rubber (NR) untuk pasar dunia meskipun terdapat faktor-faktor kuat yang mendukung jumlah permintaan.

Menurut IRCo, badai La Nina yang menimbulkan hujan lebat mulai bulan November 2017 sampai Januari 2018 akan mempengaruhi produksi NR. Selain itu, musim dingin pada kuartal akhir tahun 2017 juga diperkirakan akan mengurangi suplai NR untuk pasar global, Rabu 9 November 2017.

"Melihat situasi suplai dan permintaan akan NR saat ini, harga yang ada tidaklah menggambarkan pasar," ujar Ketua IRCo Mesah Tarigan bersama para anggota Dewan Direksi IRCo.

IRCo berkata, terdapat faktor-faktor kuat yang mendorong permintaan NR, seperti laju pertumbuhan PDB pada tahun 2017 yang diperkirakan mampu mencapai 3,6%, dibandingkan dengan laju tahun 2016 sebesar 3,2% (berdasarkan data IMF pada bulan Oktober 2017).

Faktor lain adalah meningkatnya jumlah penjualan mobil ke pasar-pasar besar seperti RRC, Uni Eropa dan Jepang dengan laju pertumbuhan masing-masing sebesar 4,8%, 3,7% dan 7,1% dalam kuartal pertama tahun 2017, berbanding periode yang sama pada tahun 2016, yang berdampak langsung pada permintaan NR untuk produksi ban [sumber: European Automobile Manufacturers Association, China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), Autodata Corporation, Reuters and Japanese Automobile Manufacturers Association (JAMA)].

Kami juga memperhatikan bahwa keadaan pasar lebih baik untuk komoditas lain seperti meningkatnya harga minyak mentah dan komoditas lain sebagaimana terlihat jelas pada Indeks Komoditas NYMEX dan GCSI.

Sementara itu, konsumsi NR di Thailand, Indonesia dan Malaysia mengalami peningkatan seiring dengan pembangunan jalan serta jalan tol.

"Ketiga negara akan mengamati dan mempertimbangkan langkah-langkah untuk meningkatkan harga NR, dengan mempertimbangkan bahwa kebanyakan dari perkebunan karet dikelola oleh perusahaan kecil dan penurunan harga akan berdampak langsung pada penghasilan dan kesejahteraan mereka," ujar Mesah. **Rls

Mengenai International Rubber Consortium Limited (IRCo)

International Rubber Consortium Limited (IRCo) adalah suatu badan usaha yang didirikan dengan kerangka kerja International Tripartite Rubber Council (ITRC) serta dimiliki oleh tiga produsen serta eksportir terbesar NR -- Pemerintah Thailand, Republik Indonesia dan Malaysia

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 20 September 2018 12:09:28
Setelah 6 Tahun Dari Kejadian, Pemerkosa Baru Dibui Gara-gara Ketemu Korbannya
 Rabu, 19 September 2018 09:09:52
Kecelakaan Mobil, Dua Pria China Ditahan dalam Keadaan Telanjang
 Selasa, 18 September 2018 08:09:58
Sendo partners with DHL eCommerce for domestic delivery in Vietnam
 Sabtu, 15 September 2018 11:09:36
DHL eCommerce partners AuMake to enable quality deliveries direct from Australia to China
 Jumat, 14 September 2018 09:09:26
Toyota Announces Asia Roll Out of its First Global Corporate Initiative ‘Start Your Impossible in Singapore
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca