LAM Riau dan LAM Rohul Sosiliasaikan Adat Istiadat di Desa Rambah
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Minggu, 19 November 2017 12:11:17
LAM Riau dan LAM Rohul Sosiliasaikan Adat Istiadat di Desa Rambah
KETERANGAN GAMBAR :
LAM Riau dan LAM Rohul Sosiliasaikan Adat Istiadat di Desa Rambah

ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO - Peran lembaga adat yang ada di desa sangat dibutuhkan sebagai partnership aparat desa dalam menjalankan roda pembangunan. Setiap desa perlu mendirikan lembaga adat dan atau sejenisnya yang dipayungi dengan keputusan Kepala Desa, atau Keputusan Bupati/Walikota untuk Kelurahan.  sehingga setiap kegiatan yang dilakukan oleh lembaga dapat dipertanggungjawabkan. 

Untuk pembentukan lembaga adat desa (LAD) yang akan menuntun anak kemanakan lebih dini mengenal adat melayu. Untuk itu Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau)  Gandeng LAM Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mensosialisasikan adat istiadat di desa Rambah, kecamatan rambah hilir yang dipusatkan di aula kantor desa Rambah, Sabtu pagi (18/11/2017).

Sosialisasi  Adat Istiadat tersebut bertujuan untuk pembentukan lembaga adat desa (LAD) yang akan menuntun anak kemanakan lebih dini mengenal adat melayu.

Untuk kabupaten rokan hulu terdiri dari 16 kecamatan dan lima luhak, dimana lima luhak tetsebut diantaranya Luhak Rambusai, Rambah, Kepenuhan,Rokan, dan Luhak Kunto Darussalam.

"Kabupaten rohul tentu sangat bangga pasalnya dari beberapa kabupaten se - Riau hanya rohul yang memiliki lima raja sehingga rohul terdiri dari lima luhak "

Camat rambah hilir, Agus Salim mengatakan bahwa untuk kecamatan rambah hilir baru desa rambah yang sudah dikukuhkan pembentukan pengurus lembaga adat desa (LAD) yang terdiri dari tujuh suku.

Kedepan pemerintah kecamatan yang bekerja sama dengan LAM Riau rokan hulu akan membentuk LAD di seluruh desa se - kecamatan rambah hilir yang bertujuan adat akan dikedepankan.

Selama ini adat istiadat dikecamatan rambah hilir masih kental terutama untuk resepsi pernikahan anak-anak kemanakan yang  masih menggunakan tradisi adat.

Dengan terbentuknya LAD tentu akan lebih menguatkan tradisi adat istiadat selain itu juga bertujuan untuk  memperkenalkan tradisi adat istiadat  kepada masyarakat luas terutama bagi masyarakat rokan hulu." Ucap Agus.

Sementara kepala desa rambah, Herman Hadi mengatakan sampai saat ini sedikitnya ada tujuh suku yang terdapat di desa kita  diantaranya Melayu, Moniliang, Ampu, Kandang Kopuh, Bonuo,  Pungkuik, dan  Suku Limo Puluh.

Tujuan dibentuknya Lembaga Adat Desa (LAD) di desa kita pertama  ketika anak-anak kemanakan bermasalah seperti perkelahian atau masalah lainnya diutamakan jalan penyelesaian secara adat.

"Jika suatu masalah  tidak bisa diselesaikan  secara adat baru dilanjutkan keranah hukum," tutup Herman.(Ar)

 
INFO TERKAIT 
 Minggu, 01 Juli 2018 10:07:21
Muatan Lokal Budaya Melayu di Siak "Eksis Sejak Tahun 2006"
 Senin, 28 Mei 2018 04:05:33
Hadiah Festival lampu Colok Tahun Ini Naik 3 kali lipat
  00:00:00
Makna Lomba Sampan Selodang Dimata Said Syarifuddin
 Rabu, 23 Mei 2018 08:05:00
Mendikbud Dukung Muatan Lokal Budaya Melayu Riau
 Selasa, 17 April 2018 06:05:54
Plt Gubernur Riau Ajak Mahasiswa Jaga Marwah Melayu
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca