Bapenda Akan Copot Plang Reklame Jika Tak Bayar Pajak
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 29 November 2017 09:11:18
Bapenda Akan Copot Plang Reklame Jika Tak Bayar Pajak
KETERANGAN GAMBAR :
Kepala Bapenda, H Azharisman Rozie M.Si / Foto Internet

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO  - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru tidak main-main dalam menegakkan aturan. Bahkan, Pendapatan Daerah (Bapenda) akan mencopot plang nama atau merek toko milik pelaku usaha yang tidak taat dalam membayarkan pajak reklamenya.
  
Demikian dikatakan Kepala Bapenda, H Azharisman Rozie Msi  didampingi Sekretaris H Syoffaizal, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pajak Daerah Lainnya, Andri Yulius Hamidy, Rabu (29/11/17).
   
"Kita akan tertibkan para wajib pajak unruk patuh dan taat membayar pajak. Namun, sebelum sanksi tegas diterapkan kepada WP, pihaknya terlebih dahulu mengimbau kepada WP agar segera membayarkan pajaknya," ungkap Andri.
  
Dikatakan Andri, tindakan tegas ini  dilakukan semata-mata menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu, umtuk menumbuhkan kesadaran wajib pajak (WP) agar taat dalam membayar pajak reklamenya.
    
"Giat kita terkait reklame. Ini sesuai dengan instruksi pak Kaban (Kepala Bapenda,red), ini berkaitan dengan realisasi penerimaan reklame kita. Jadi salah satu treatmen yang kita lakukan, kita langsung mendatangi objek-objek pajak reklame itu. Kita fokuskan reklame yang sifatnya merek toko, atau iklan-iklan atau merek papan nama yang menempel. Kayak merek toko seperti toserba apotik, toko kue, karena dia ada mereknya. Jadi reklame itu yang kita sasar (tak bayar pajak,red). Jadi kita imbau segera lah bayarkan pajak reklamenya," jelas Andri.
   
Adapun toko yang didatangi tim Bapenda, yakni yang berada di sepanjang ruas Jalan Jenderal Sudirman.
    
"Karena objeknya banyak, untuk sementara ini kita mengambil ruas Jalan Sudirman dulu. Dari Pelita Pantai hingga ruas Jalan Kartini. Jadi kita ambil peruas dulu. Tadi ada beberapa objek pajak yang di datangi untuk mengantarkan skpd (surat ketetapan pajak daerah,red) reklame itu. Dengan harapan mereka langsung membayar pajak reklamenya," ungkap Andri.
   
Saat ditanya berapa besaran tunggakan pajak reklame . Dikatakan  Andri untuk masing-masing objek itu beda-beda nilainya. "Besok kita masih lanjut, kita tidak batasi waktunya. Pokoknya mana yang nunggak (pajak,red) reklame, kita datangi, kita bawakan surat ketetapan pajaknya. Langsung kita suruh mereka bayar,"  sebut Andri.
       
Dalam kesemoatan ini Andri juga mengimbau, kepada bagi WP yang belum membayarkan pajaknya, agar segera membayar sesuai dengan yang telah ditetapkan.
   
"Diharapkan seluruh  pemilik toko agar membayar pajak reklamenya. Pasalnya, kalau mereka menunggak, kita dari Bapenda akan datang langsung ke tempat mereka untuk menagih pajaknya. Kalau mereka tidak mau bayar maka kita sudah siapkan sanksinya berupa pemasangan sticker. Jadi nantinya kalau tidak bayar, stickernya kita pasang di merek tokonya itu.. bahwa reklame ini tidak bayar pajak. Tetapi mereka tetap kita kasih waktu untuk membayar, selama dua hari setelah sticker itu dipasang. Kalau mereka tetap tidak bayar, maka kita akan bongkar reklame nya," tegas Andri. **ur2

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 22 September 2018 12:09:17
Bank Dunia pastikan Indonesia aman dari krisis ekonomi
 Jumat, 21 September 2018 03:09:19
Pemkab Meranti Komit Ciptakan Interpreniur Muda Berdaya Saing
 Kamis, 20 September 2018 05:09:09
Sekda Meranti Buka Rakor ULP se-Provinsi Riau
 Senin, 17 September 2018 06:09:36
Jatah Dikurangi 50 Persen, LPG 3 Kg Langka di Rohul
 Sabtu, 15 September 2018 11:09:42
DPR Minta Bentuk Badan Pangan Nasional
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca