FIA Unilak Berikan Pendidikan Politik bagi Masyarakat
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 20 Desember 2017 06:12:18
FIA Unilak Berikan Pendidikan Politik bagi Masyarakat
KETERANGAN GAMBAR :
FIA Unilak Berikan Pendidikan Politik bagi Masyarakat/ Foto: katariau.com

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO -  Dalam rangka tri dharma perguruan tinggi berupa pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Provinsi Riau bermitra dengan masyarakat di Kelurahan Muara Fajar dan Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau. 

Beberapa waktu lalu, mereka melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan PKK, kader Posyandu, dan warga di kelurahan tersebut.Lurah Tebing Tinggi Okura, Asparida yang juga alumni FIA Unilak pun menyambut baik kegiatan ini karena diisi dengan diskusi bersama KPUD Riau. 

Adapun tema dalam diskusi tersebur, yakni pendidikan politik dan civic culture bagi pemilih lanjutan.Tema ini memang sengaja diambil karena Juni 2018 mendatang, Provinsi Riau akan menyelenggarakan pesta demokrasi dalam pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) periode 2018-2023.Sementara itu, Koordinator tim pengabdian FIA Unilak, Alexsander Yandra yang juga sekaligus sebagai narsumber terkait gerakan pemilih cerdas untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas ini mengungkapkan, bahwa kecenderungan masyarakat khususnya pemilih lanjutan seperti anggota PKK lebih aktif untuk memilih pemimpin dalam berbagai helat demokrasi lokal maupun nasional.

"Partisipasinya bagus namun sebaliknya partisipasi yang bagus belum didukung oleh kemampuan yang bijak dalam memilih. Sehingga yang terjadi cenderung berdasarkan like dan dislike," ungkapnya di Pekanbaru, Selasa (19/12/2017).

Dalam sesi ini juga, tim pengabdian memberikan berbagai contoh cara memilih yang bijak, rasional dan ideologis. Ini tujuannya untuk meminimalisir pemilih pragmatis di Kelurahan Muara Fajar tersebut.

"Masyarakat sangat antusias terlihat dari partisipasi mereka dalam memberikan pertanyaan sewaktu pelatihan dan materi berlangsung, bahkan masyarakat yang tergabung dalam PKK Muara Fajar juga menyuarakan perlunya kedewasaan elit politik untuk bisa menghadirkan kontestasi politik yang berkualitas serta tidak memanfaatkan sentimen kesukuan dan keagamaan karena masyarakat Muara Fajar yang majemuk," urainya.Usai kegiatan, tim pengabdian ini memformulasikan tagline Freedom of Vote. 

Kemudian, pengabdian ini akan berlanjut dan simultan karena masyarakat sangat merasakan manfaat pengetahuan tentang pendidikan politik dengan penguatan peran kewarganegaraan (civic culture).Oleh karena itu, menurut Alex, kolaborasi antara perguruan tinggi, penyelenggara KPUD dan pemerintah sangat penting dalam melakukan penguatan sumber daya masyarakat di daerah.

"Harapannya adalah stabilitas politik dalam masyarakat dapat terwujud. Sehingga tercipta SDM masyarakat yang unggul dan berdaya saing," tandasnya.(mcr/rat/urc)

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 13 Desember 2018 03:12:53
39 Mahasiswa STAI Tuanku Tambusai Diwisuda Dari Studi Program Sarjana
 Senin, 10 Desember 2018 05:12:22
Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA, Rektor Unri Terpilih Periode 2018-2022
 Kamis, 06 Desember 2018 07:12:57
Pemilihan Rektor Unri Gagal Lagi
 Rabu, 05 Desember 2018 07:12:51
Unri Bersama Mitra Tingkatkan Kolaborasi untuk Pengembangan Pendidikan
 Jumat, 30 November 2018 08:11:16
Anggota Korpri Adalah Agen Peningkatan Inovasi Terbaru dalam Pelayanan Publik
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca