Ratusan IRT di Pekanbaru Terjangkit HIV dan Aids
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 03 Januari 2018 05:01:34
Ratusan IRT di Pekanbaru Terjangkit HIV dan Aids
KETERANGAN GAMBAR :
Ketua KPA (Komisi Penanggulangan Aids Pekanbaru, Ayat Cahyadi

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Dari data yang  berhasil dihimpun di Dinas Kesehatan Pekanbaru sepanjang 2017 terdata 242 ibu rumah tangga(IRT)  yang terjangkit virus HIV dan Aids. Bahkan khusus pada kasus Aids, lebih tinggi dari penjaja seks bebas yang tercatat hanya 50 kasus sementara IRT tercatat 116 kasus.    
     
Menurut Ketua KPA (Komisi Penanggulangan Aids Pekanbaru, Ayat Cahyadi ketika bincang-bincang bersama wartawan di rumah dinas Wakil Walikota Pekanbaru, Rabu (3/1) menyebutkan bahkan penyebarannya juga sulit diditeksi karena masyarakat masih malu-malu untuk melakukan test visiti. Penyakit ini sangat mudah tertular dari seorang ayah yang doyan jajan di luar. 

"Jadi, perlu waspada. Setiap ayah wajib dituntut setiap kepada istri supaya penyakit yang mematikan ini tidak tertular kepada istri yang kita cintai dan anak anak yang kita sayangi, " ungkap Ketua KPA Pekanbaru,  Ayat Cahyadi. 
     
Untuk diketahui juga dari pendataan yang dilakukan, data kumulatif hingga november 2017 Kasus HIV tercatat 1345 kasus, 13 diantaranya meninggal dunai. Semenetara untuk kasus Aids tercata 1116 kasus dan 164 meninggal dunia.  
    
Dikesempatan yang sama yang sama, Sekretaris KPA,  Hasan Suprianto menyebutkan bahwa untuk merubah prilaku masyarakat, mengajak masyarakat untuk setia pada satu pasangan,  menjaga diri dari virus HIV dan Aids tidak semudah membalikkan telapak tangan. 
      
"Untuk itu,  mari kita bersama sama menggugah hati nurani semua saudara kita bahwa ketika ingin berselingkuh ataupun jajan di luar fikirkanlah ada penyakit yang akan terbawa kepada istri dan anak kita," jelas Hasan. 
       
Dari laporan juga, untuk kasus HIV dibandingkan tahun sebelumnya terjadi peningkatan yakni dari 261 kasus menjadi 186 kasus, sementara untuk kasus Aids terjadi penurunan yakni dari 187 kasus menjadi 107 kasus.
      
"Ini harus jadi perhatian kita bersama supaya jumlahnya tidak bertambah lagi ditahun ini. Mari bersama kita putus mata rantai HIV sehingga keluarga dan sanak saudara kita selamat dari Bahaya virus mematikan tersebut, " katanya.
     
Terakhir Ia menyampaikan untuk peningkatan jumlah kasus, disebutkan Hasan menjadi prestasi KPA Kota pekanbaru, dimana sosialisasi yang dilakukan pihaknya untuk mengajak masyarakat yang beresiko untuk melakukan pencegahan telah menunjukkan hasil. 

"Bagi yang ingin tes visiti silahkan datang ke tempat pelayanan. Seperti di puskesmas-puskesmas di seluruh kecamatan. Oleh sebab itu jangan malu dan minder untuk memeriksanya," harap Hasan.**ur2

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 12 September 2018 05:09:16
Puncak HUT IBI di Inhu Ditandai Pemotongan Tumpeng
 Jumat, 31 August 2018 08:08:16
Aparat Desa di Inhu Segera Masuk BPJS Ketenagakerjaan
 Senin, 27 August 2018 11:08:24
RS Surya Insani Pasirpengaraian Raih Penghargaan Rekor Muri
 Kamis, 16 August 2018 07:08:29
Sambut HUT RI ke 73, RS Surya Insani Pasirpengaraian Layani USG Gratis
 Senin, 13 August 2018 05:08:32
Mafirion Anggota DPR RI Hadiri Sosialisasi Program JKN-KIS Didesa Sialang Indah
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca