Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad Tersangka Korupsi Alkes
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 10 Januari 2018 01:01:20
Tiga Dokter RSUD Arifin Achmad Tersangka Korupsi Alkes
KETERANGAN GAMBAR :
foto Internet

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) senilai Rp1,5 miliar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau.

Lima tersangka telah ditetapkan, tiga di antaranya berprofesi sebagai dokter di rumah sakit pemerintah itu. Kelima tersangka adalah dua rekanan dari CV Prima Mustika Raya (PMR) berinisial M dan Y serta tiga dokter berinisial dr KAP, dr M dan dr WZ.

Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kelima tersangka sudah dikirimkan penyidik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Azwarman, mengatakan, SPDP kelima tersangka diterimanya terpisah. Dua SPDP rekanan diterima pada Kamis 4 Januari 2018, sedangkan tiga SPDP tiga dokter diterima pada Senin, 7 Januari 2018.

Dijelaskan Azwarman, ketiga dokter yang diduga terlibat berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di rumah sakit plat merah itu. "Mereka diduga melakukan pembelian Alkes ke perusahaan lain selain rekanan yang ditunjuk," ujar Azwarman, Selasa (9/1/18).

Azwarman mengatakan, untuk menindaklanjuti SPDP tersebut, telah ditunjuk tim jaksa peneliti yang akan meneliti berkas perkara dari penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru. Ia berharap, penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan agar bisa ditelaah.

Kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3), jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Pembelian Alkes tersebut dilakukan pada tahun anggaran 2012/2013 dengan pagu Rp5 miliar. Untuk pengadaan barang tersebut, RSUD bekerja sama dengan CV PMR. Dalam penyidikan, ditemukan kalau pengadaan Alkes tidak sesuai prosedur karena pihak rumah sakit menggunakan nama rekanan CV PMR untuk pengadaan alat bedah senilai Rp1,5 miliar.

Namun dalam prosedurnya, alat-alat tersebut langsung dibeli dokter bukan kepada CV PMR tapi kepada distributor PT Orion Tama, PT Pro-Health dan PT Atra Widya Agung.

Nama CV PMR digunakan untuk proses pencairan dan dijanjikan mendapat keuntungan sebesar lima persen dari nilai kegiatan. Akibat perbuatan itu, berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) negara dirugikan Rp420.205.222.ck/nur

 
INFO TERKAIT 
 Minggu, 21 Januari 2018 04:01:01
Pelaku Curanmor DiLanggam Ditangkap Polisi
 Minggu, 21 Januari 2018 04:01:11
Polsek Pangkalan Kuras Ringkus Pelaku Narkotika
 Jumat, 19 Januari 2018 06:01:23
Salah Seorang Kades Di Kecamatan Kepenuhan Kena OTT Satreskrim Polres Rohul
 Jumat, 19 Januari 2018 06:01:59
Pemerkosaan Berawal Komunikasi Dunia Maya
 Kamis, 18 Januari 2018 05:01:16
Kakek Tega Cabuli Anak Tetangga Masih Dibawah Umur, Berikut Kisahnya
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca