Festival Cian Cui selat Panjang Daya Tarik Wisatawan Mancanegara
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 20 Februari 2018 12:02:18
Festival Cian Cui selat Panjang Daya Tarik Wisatawan Mancanegara
KETERANGAN GAMBAR :
Festival Cian Cui selat Panjang Daya Tarik Wisatawan Mancanegara

SELATPANJANG, UTUSANRIAU.CO - Festival perang air (Cian Cui), yang pelaksanaannya bersamaan dengan perayaan Imlek di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dapat ditingkatkan menjadi iven wisata nasional.

Hal itu diungkapkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau, Ahmadsyah Harrofie, yang mewakili Plt. Gubernur Riau, saat melepas peserta Festival Perang Air di Selatpanjang, Senin 19 Februari 2018.

Ahmadsyah mengatakan, sementara ini sudah ada tiga iven pariwisata di Riau yang sudah ditetapkan menjadi Iven Pariwisata Nasional, yakni Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Bakar Tongkang di Kabupaten Rokan Hilir dan Selancar Bono di Kabupaten Pelalawan.

"Mudah-mudahan melalui Dinas Pariwisata Provinsi Riau, nantinya Festival Perang Air atau Cian Cui ini juga dapat ditingkatkan menjadi Iven Pariwisata Nasional," ujarnya.

Asisten 1 Setdaprov Riau ini mengharapkan, agenda tahunan di Selatpanjang ini hendaknya dapat menjadi kegiatan kegembiraan bagi seluruh lapisan masyarakat, yang tidak mengenal asal suku dan agama.

"Kita bangga karena ini hanya ada dua di dunia, yakni di Thailand dan di Selatpanjang, Riau, Indonesia. Untuk itu mari kita jaga kondisi yang baik di tengah masyarakat," harapnya.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir dalam sambutannya menegaskan, Festival Perang Air atau Cian Cui ini bukanlah sebuah ritual satu agama manapun, namun merupakan bentuk pesta rakyat yang berkembang pada saat perayaan imlek.

"Ini bukan ritual agama Budha atau Konghucu. Ini adalah pesta rakyat yang dikembangkan menjadi momen pariwisata, yang diharapkan dapat menyumbangkan peningkatan ekonomi daerah," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat tionghoa Selatpanjang, yang juga anggota DPRD Kepulauan Meranti, Darwin Susandy, mengharapkan iven ini dapat terus ditingkatkan sumberdaya dan fasilitasnya.

Festival Perang Air di Selatpanjang ini diikuti oleh sebagian besar warga tionghoa dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan mengelilingi jalan-jalan protokol menggunakan alat transportasi becak.

Hadir juga pada acara itu, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Sekretaris Dinas Pariwisata Riau Bambang Rusdianto, perwakilan Polda Riau, Sekda Kepulauan Meranti Yulian Norwis, Kapolres AKBP La Ode Proyek, Danramil 02 Tebingtinggi Mayor Arm Bismi Tambunan dan unsur lainnya.**mcr

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 05 Desember 2018 07:12:50
Novelis NH Dini Tutup Usia
 Selasa, 27 November 2018 02:11:34
Bupati HM Harris Buka Pekan Budaya Riau Kompleks Bersatu dalam Keberagaman Seni dan Budaya
 Minggu, 18 November 2018 08:11:40
Perdana, Taman Desa Muara Dilam Teluk Sakti Rantau Bertuah Digunakan Masyarakat Untuk Prosesi Perlimauan Pernikahan
 Rabu, 14 November 2018 12:11:09
Sang Alang Rilis Lagu "Sontoloyo" yang Bernuansa Karnaval
 Minggu, 11 November 2018 10:11:47
Taman Bunga Direplika Istana Kesultanan Indragiri Mulai ramai Dikunjungi
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca