Sidang Gugatan Perdata Penguasaan Lahan PT SIS,Memasuki Keterangan Sanksi
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 02 Maret 2018 03:03:11
Sidang Gugatan Perdata Penguasaan Lahan PT SIS,Memasuki Keterangan Sanksi
KETERANGAN GAMBAR :
Sidang Gugatan Perdata Penguasaan Lahan PT SIS,Memasuki Keterangan Sanksi

BENGKALIS , UTUSANRIAU.CO — Perkara gugatan perdata dugaan PT. Sinar Inti Sawit (SIS) yang mengerjakan lahan miliki warga di Desa Tasik Serai Barat, Kecamatan Tualang Mandau dengan luas 30 hektar di sidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Rabu (28/2/2018) petang kemarin.

Dalam perkara perdata itu, Mejelis hakim diketuai Zia Uljannah Idris, SH, didampingi dua hakim anggota Aulia Fhatma Widhola, SH, MH, dan Wimmi D Simarmata, SH menggelar sidang pada pukul 14.15 WIB dengan agenda mendengarkan keterangan saksi penggugat Sabar Samosir melalui kuasa hukumnya Albert Hamonangan Simatupang, SH, MH.

 Sedangkan dari pihak tergugat hadir kuasa hukum PT. Sinar Inti Sawit (SIS) dan sejumlah pihak dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau di Pekanbaru. Penggugat, dalam persidangan menghadirkan empat saksi Albamin H dari tokoh adat, Aden dari Ketua Bhatin Betuah (Suku Sakai), Hamonangan Siagian dan Juaria Panjaitan selaku pekerja di perkebunan milik penggugat.

Sidang yang turut dipantau Komisi Yudisial (KY) tersebut digelar di ruang Cakra PN Bengkalis Kelas II A. Sejumlah keterangan saksi penggugat menyatakan sejarah dari lahan milik Sabar Samosir yang diduga sempat dikerjakan oleh PT. SIS.

Empat saksi yang dihadirkan semuanya memberikan keterangan sesuai apa yang mereka ketahui. Sempat terjadi saling keberatan atas sejumlah saksi, namun sidang perkara perdata itu terus berlanjut, dengan sejumlah catatan melalui berita acara persidangan dari majelis hakim untuk menjadi bahan pertimbangan nantinya.

Kesaksian yang sedikit membuka persidangan secara terang benderang adalah kesaksian dari mantan kepala desa Tasik Serai Albamin H yang menyatakan jika tanah Sabar Samosir itu awalnya adalah tanahnya yang dijual. Tanah warisan milik orang tuanya itu sejatinya tidak memiliki riwayat bermasalah.

“Ketika saya memancing, karena saya hobi memancing di areal lahan itu saya lihat alat berat menggarap lahan pak Sabar Samosir, maka dari itu saya secara moral tentunya tergugah, karena  lahan itu asalnya dibeli dari saya, selama ini tak ada masalah, kok justru jadi masalah,”tutur Albamin dalam kesaksiannya.

Sidang itu berakhir hingga pukul 17.30 WIB, dan diakhir dengan ditutupnya sidang dengan agenda lanjutan mendengarkan keterangan saksi penggugat pada Rabu 7 Maret 2018 mendatang.

Albert Hamonangan Simatupang, SH, MH selaku kuasa hukum Sabar Samosir usai persidangan, dari pihak penggugat akan kembali menghadirkan empat orang saksi lainnya diantaranya sepadan batas tanah seluas 50 hektar milik Sabar Samosir. Kemudian aparatur Desa Tasik Serat Barat, dan kepala dusun setempat.

“Dari masalah ini, klien saya mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 miliar lebih dari kasus ini, dan ini masuk dalam gugatan kita atau ganti rugi. Mulai dari biaya tumbang tunggul, steking kanal, nimas rumput, semprot, pancang, biaya melobang, pupuk dan biaya perawatan serta harga bibit. Kemudian rumah barak pekerja yang dirusak ada lima pintu kurang lebih kurugian Rp 50 juta,”kata Albert.

Menurut Albert, perkara ini sudah ditawari duduk bersama. Karena disini melibatkan masyarakat, jika PT. SIS itu bisa mengayomi masyarakat, dan merupakan perusahaan sehat serta baik manajemennya, apalagi pihak PT. SIS sudah mengakui memiliki dasar kepemilikan lahan, itu muncul dari keterangan salah satu perwakilan PT. SIS Ginting maka harus dibuktikan.

“Pak ginting (dari PT. SIS,red) sudah mengakui dasar kepemilikan, kalau memang mereka menginginkan tanah, ya  bayarkan saja kompensasi harga tanah dan kerugian materil klien kami, karena tanah itu sudah di garap, sudah ada material, apalagi namanya sudah masuk ke proses hukum,”tegas Albert advokat Law Office Simatupang & Partners yang bermukim di Jakarta ini.(yul)

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 19 September 2018 08:09:36
Polisi Ringkus Pengedar Sabu dan Ganja Desa Kesuma
 Rabu, 19 September 2018 09:09:23
Lakamaut Trantang Manuk Supir Truck Terjepit Meninggal Dunia
 Selasa, 18 September 2018 07:09:12
Aiptu Suroto Anggota Polres Pelalawan Menjadi Korban Lakalantas Meninggal Dunia
 Kamis, 13 September 2018 04:09:06
Rektor UIR Telusuri Akun Facebook Penyebar Ujaran Kebencian dan Penghinaan
 Rabu, 12 September 2018 04:09:03
Satu Dari Enam Pelaku Pemerkosaan di Rohul Ditangkap
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca