Hakim Vonis Mantan Kadisdikbud Kampar 16 Bulan Penjara
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 05 Maret 2018 09:03:31
Hakim Vonis Mantan Kadisdikbud Kampar 16 Bulan Penjara
KETERANGAN GAMBAR :
Hakim Vonis Mantan Kadisdikbud Kampar 16 Bulan Penjara/ foto Nadariau.com

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru menjatuhkan vonis selama 1 tahun dan 4 bulan penjara terhadap mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Kampar Nasrul Zein, dalam kasus dugaan korupsi meubeler, Senin (5/3/18).

Majelis hakim yang dipimpin Arifin SH dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa bersalah melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

"Menjatuhkan vonis selama 1 tahun dan 6 bulan penjara terhadap terdakwa Nazrul Zein,"kata hakim.

Tidak hanya hukuman penjara, Nasrul juga harus membayar denda sebesar Rp50 juta. Apabila tidak dibayar, maka dapat diganti dengan satu bulan penjara.

Atas vonis hajkim itu, Nasrul melalui kuasa hukumnya Boy Gunawan SH tidak langsung menerimanya."Kami masih pikir-pikir yang mulia,"kata Boy.

Selain Nasrul, hakim juga menjatuhkan vonis selama 2 tahun dan 9 bulan penjara terhadap Zulkarnaini (terdakwa terpisah), selaku  Direktur PT Widya Karya yang mengerjakan proyek tersebut. Zulkarnaini juga harus membayar denda atau subisder 1 bulan penjara.

Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp 391 juta. Apabila tidak dibayar maka diganti subsider 2 tahun penjara.

Sidang sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) Eko SH dan Pujo SH menuntut Nasrul Zein selama 2 tahun penjara. Sementara Zulkarnaini dituntut 4 tahun penjara.

Seperti diketahui, Nasrul Zein dan Zulkarnani dihadirkan kepersidangan atas dakwaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pengadaan peralatan (meubeler) untuk sekolah tingkat SD dan SMP se Kampar.

Berawal, tahun 2015. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kampar, mendapat dana yang bersumber dari APBD Kampar sebesar Rp 3.335.632.000, untuk pengadaan meubeler sekolah SD dan SMP.

Proyek ini dimenangkan oleh PT Widya Karya selaku pemegang kontrak. Namun kenyataannya, proyek ini dikerjakan oleh perusahaan lain.

Pada pengerjaannya, proyek pengadaan meubeler ini tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak. Akibatnya menimbulkan kerugian negara sebesar Rp393.886.650. **rpc/nur

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 12 Juni 2018 09:06:33
Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, Usulkan 232 Napi Dapat Remisi Idul Fitri
 Jumat, 08 Juni 2018 09:06:40
Diperiksa KPK, Bupati Bengkalis Sebut Rp1,9 Miliar dari Usahanya
 Rabu, 06 Juni 2018 07:06:25
Dipanggil KPK, Wakil Ketua DPRD Bengkalis Bantah Diperiksa
 Rabu, 06 Juni 2018 06:06:59
PN Bengkalis Gelar Sidang Marathon Dugaan Money Politic Pilgub Riau
 Rabu, 06 Juni 2018 10:06:13
KPK Periksa 8 Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi Jalan Poros di Bengkalis
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca