Inilah Alasan Sidang Pemerkosaan Oknum Satpol di Tunda
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 07 Maret 2018 05:03:03
Inilah Alasan Sidang Pemerkosaan Oknum Satpol di Tunda
KETERANGAN GAMBAR :
Inilah Alasan Sidang Pemerkosaan Oknum Satpol di Tunda/ Foto Ilustrasi/ Internet

BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO- Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap dugaan pelaku pemerkosaan oknum anggota Satpol PP Bengkalis berinisial KS, kembali ditunda. Dijadwalkan pembacaan tuntutan pada Selasa (13/03/18) pekan depan.

Dengan penundaan pembacaan tuntutan tersebut, sudah terjadi sebanyak 2 kali sidang. Pertama, Selasa (27/02/18) pekan lalu kemudian hari ini sidang pembacaan tuntutan kasus pemerkosan kembali ditunda.

"Sidangnya di tunda kok mas, soalnya terdakwa KS terlihat tidak ada di Pengadilan,"kata salah seorang petugas keamanan dari kejaksaan Negeri Bengkalis, Selasa 6 Februari 2018.

Dari pemberitaan sebelumnya, kasus dugaan pemerkosaan ini merupakan warga Kecamatan Rupat, sebut saja Melati (16) yang masih dibangku salah satu SLTA Rupat.

Dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP Bengkalis ini terungkap setelah pihak keluarga korban melaporkan ke Polsek setempat pada Jum'at (29/12/17) lalu.

Sementara itu, sidang kasus ini dipimpin Majelis Hakim Zia Ul Jannah, SH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis, Sri Hariyati SH.

Diceritakan ayah korban Erwan Kasim (42) kepada Wartawan bahwa terdakwa KS diduga memaksa putrinya untuk melakukan hubungan intim (seksual red,) layaknya suami istri.

Bahkan kata Kasim, terdakwa KS Oknum Satpol PP tersebut juga tega menyimpan gambar putrinya dalam keadaan posisi tidak senonoh (telanjang red,) untuk dijadikan alat ancaman sewaktu korban tidak mau mengikuti kehendaknya dan juga mengancam untuk menyebarkan foto tersebut.

"Pelaku ini memang sudah bejat makanya kami tidak terima atas perbuatan pelaku ini. Dan saya minta kepada JPU untuk menuntut pelaku dengan hukuman setinggi-tingginya. Disamping itu kepada Majelis Hakim agar menvonis pelaku seberat-beratnya," ujarnya berharap. (rls)

 
 
INFO TERKAIT 
 Minggu, 17 Maret 2019 09:03:48
Ketum PPP Romahurmuziy Jadi Tersangka Suap
 Minggu, 17 Maret 2019 09:03:19
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Siap di Panggil KPK
 Sabtu, 16 Maret 2019 05:03:00
BNN Riau Gelar Raker Pemetaan Kawasan Rawan
 Jumat, 15 Maret 2019 21:24:24
Demo Soal Lahan, 10 Masyarakat Koto Aman Dirawat di RSUD
 Jumat, 15 Maret 2019 20:44:03
Catut Nama Kepala BKD Riau, Minta Uang ke Calon PPPK
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca