Mau Maju, Ayo Lawan SARA, Hoax dan Radikal
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 12 Maret 2018 07:03:09
Mau Maju, Ayo Lawan SARA, Hoax dan Radikal
KETERANGAN GAMBAR :
Zulkifli Hasan dalam diskusi bersama wartawan parlemen bertajuk "4 Pilar Sebagai Instrumen Penangkal Informasi Hoax" di Press Room Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (12/3/2018).

JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan maju atau mundurnya sebuah negara tergantung bagaimana mengelola negara itu. Singapura yang tidak memiliki perkebunan sawit atau tambang, bisa maju. Korea Selatan dan Korea Utara memiliki etnis, suku, yang sama, tapi Korea Selatan lebih maju dari Korea Utara.

"Kita harus bicara Indonesia yang bersatu. Mereka yang hebat adalah mereka yang bisa memajukan negeri ini. Kita harus melangkah ke sana sehingga kita bisa melawan SARA, hoax, radikal, dan lainnya,” Zulkifli Hasan dalam diskusi bersama wartawan parlemen bertajuk "4 Pilar Sebagai Instrumen Penangkal Informasi Hoax" di Press Room Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Menurut Zulhasan, sapaan akrab Zulkifli Hasan, masyarakat Indonesia sudah mendesak harus keluar dari situasi seperti itu. Sebab, kalau selalu seperti sekarang dipenuhi dengan isu suku, agama, mayoritas – minoritas, dan lainnya, Indoensia tidak akan beranjak maju.

"Kalau keadaannya masih seperti ini, maka akan ada sekelompok atau segelintir orang yang akan mengadu-domba dan memecahbelah dan meyakinkan kita bahwa kita bisa diadu-domba,” ujarnya.

Zulhas menegaskan adanya kasus penyerangan terhadap ulama, pastor, karena ada keyakinan bahwa masyarakat kita bisa diadu-adu. Karenanya, seperti sudah disepakati jangan lagi  bicara soal suku, agama, ras, antargolongan. Tetapi kita bicara tentang Indonesia yang setiap orang memiliki kesempatan dan hak yang sama di negeri ini.

"Jangan lagi isunya soal agama, suku, mayoritas - minoritas. Itu sudah kuno. Kita harus bicara Indonesia dimana semua orang memiliki hak dan kesempatan yang sama." **Bam

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 13 Desember 2018 05:12:57
Memberatkan Masyarakat, DPR Diminta Batalkan Kebijakan Penetapan STNK Mati
 Rabu, 12 Desember 2018 08:12:50
Forhati Terus Perjuangkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
 Selasa, 11 Desember 2018 09:12:32
Imparsial : Rezim Orba Sarat Kekerasan dan Korup
 Senin, 10 Desember 2018 02:12:00
Warganet Diajak Sejukkan Masyarakat Lewat Status Pancasilais
 Jumat, 07 Desember 2018 07:12:48
Menaker Lantik Pengurus Badan Nasional Sertifikasi Profesi
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca