Inilah Kasus DBD Terdata di Pekanbaru Pada Pekan ke-10
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 16 Maret 2018 12:03:01
Inilah Kasus DBD Terdata di Pekanbaru Pada Pekan ke-10
KETERANGAN GAMBAR :
Inilah Kasus DBD Terdata di Pekanbaru Pada Pekan ke-10/ Foto Internet

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, merilis data  terbaru, kasus Demam Berdarah Dengoue (DBD) .Pada pekan ke 10 tahun 2018 ini, sudah terdapat 48 Kasus akibat gigitan nyamuk Aides Aigepty ini.

Rinciannya, Kecamatan Sukajadi tiga orang, lalu Kecamatan Limapuluh tiga orang, Sail dua orang. Kemudian di Kecamatan Bukit Raya delapan  orang, Marpoyan Damai tujuh orang, Tenayan Raya empat orang, Tampan sepuluh orang dan Kecamatan Payung Sekaki tujuh orang. Sementara itu, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru Kota, Rumbai Pesisir dan Rumbai masing-masing satu orang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, dr. Zaini Rizaldy Sarigih mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Jumlah kasus DBD mengalami penurunan. 

"Jumlahnya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama. Untuk Tampan menjadi wilayah yang banyak kasus DBD," ujar dr BOB begitu sapaan akrab dr. Zaidy, kemarin.

Dari jumlah 48 kasus tersebut, belum ada dinyatakan warga yang meninggal dunia akibat DBD. Meski begitu pihaknya berharap, peranan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

"Kita minta masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan," tambahnya. 

Diterangkan dr Bob, pihaknya terus melakukan sosialisasi gerakan satu rumah satu kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di seluruh kecamatan. Karena menurutnya, pencegaja awal mesti dilakukan dari lingkungan tempat tinggal. 

"Kita terus sosialisasikan satu rumah satu kader jumantik dan menggalakkan 3 M Plus," sebutnya..

Disamping itu, Diskes juga menyediakan bubuk abate. Sementara untuk fogging bukan cara yang ampuh mencegah penyebaran DBD dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pelaksanaanya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). 

"Gontong royong dan menjaga lingkungan sekitar merupakan cara yang paling efektif.  Karena dapat memutus mata rantai perkembangbiakan serta penyebaran nyamuk Aides Aigepty, Apabila anggota keluarga mengalami gelaja terserang DBD, kita minta segera membawa ke Puskemas terdekat guna mendapatkan pertolongan medis,"tutupnya. **ur2

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 18 Oktober 2018 08:10:35
Kurang Tidur Buat Pasangan Jadi Malas Bercinta
 Rabu, 17 Oktober 2018 09:10:27
Apa Bedanya Tumor dan Kanker?
 Selasa, 16 Oktober 2018 09:10:53
Sering Mimpi Buruk Wakili Kondisi Kesehatan Tubuhmu
 Jumat, 12 Oktober 2018 09:10:04
Kena Serangan Stroke, Penting Segera Bawa ke RS Sebelum 5 Jam
 Kamis, 11 Oktober 2018 08:10:29
Perokok Berat Justru Jarang Terkena Kanker Paru-paru
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca