KLHK Cek IPAL RAPP dan Ambil Sampel
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 20 Maret 2018 09:03:24
KLHK Cek IPAL RAPP dan Ambil Sampel
KETERANGAN GAMBAR :
KLHK Cek IPAL RAPP dan Ambil Sampel

PANGKALAN KERINCI, UTUSANRIAU.CO - Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  langsung turun melakukan pengecekan instalasi pengolahan limbah PT RAPP, Senin (19/03/18) di lokasi Pabrik PT RAPP Pangkalan Kerinci. 

Kedatangan tim kementerian yang dipimpin Siti Nurbaya , Mengirim tim  investigasi limbah PT RAPP Pasca ditemukan ikan mati disaluran pembuangan limbah di outlet menuju Sungai Kampar.

Kedatangan tim kementerian KLHK berjumlah dua orang ditambah balai gakum melakukan pengecekan instalasi pengolahan limbah ( effluent plant) PT RAPP. Tim itu Memeriksa dan investigasi terjadi penyebab pengolahan limbah tidak berjalan. 

Mengambil sampel untuk keperluan pemeriksaan laboratorium. Mengecek lokasi banyak mati ikan di sepanjang kanal outlet PT RAPP. Mengambil keterangan dari manajemen dan pekerja di PT RAPP.

Salah satu tim kementerian KLHK, Syafruddin menjelaskan kepada wartawan Senin (19/03) sedang melakukan tugas ke PT RAPP. "Kami sedang melakukan tugas bersama balai gakum mengumpulkan informasi , Memeriksa dan mengambil sampel dari PT RAPP untuk dibawah ke laboratorium. 

Melakukan pemeriksaan dilokasi pengolahan limbah dan dilokasi control system serta memeriksa beberapa instrumen otomatis dan manual di pengolahan limbah," ujarnya bersama tim.

Dikatakannya, "Dari keterangan pihak PT RAPP  yang didapatkan tim ada  permasalahan listrik terjadi seperti di berita di media massa. Jadi karena listrik mati semua kegiatan operasional pabrik berhenti termasuk pengolahan IPALnya. Begitu juga dengan instrumen instrumen pemeriksaan baku mutu yang ada di sana semuanya tidak berfungsi. Ada black out, katanya, " jelas dari kementerian itu.

" Pengakuan dari pihak PT RAPP ditemukannya banyaknya ikan yang mati di kanal outlet PT RAPP menuju Sungai Kampar di Desa Sering Kecamatan Pelalawan. Ya dibenarkan mereka," kata Syafrudin.

Ada juga keterangan Menurut pihak RAPP terhentinya aktifitas di pabrik tentu saja juga menghentikan proses di instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Sehingga air yang biasanya mengalir ke kanal outlet juga berkurang dan terhenti. 

Hal itu berakibat pada penurunan debit air di kanal outlet tersebut. Dan Penurunan debit atau volume air tersebut, mengakibatkan berkurangnya kandungan oksigen pada kanal outlet yang berpengaruh terhadap biota ikan di kanal tersebut. 

PT RAPP katanya selalu periksa manual sewaktu listrik mati , dalam melakukan pemantauan dan pengawasan sistem pengolahan limbah secara berkala. Pengawasan ekstra terus dilakukan di kanal outlet, guna memastikan kualitas air masih berada dalam batas baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Itu penjelasan  RAPP, ya, " katanya.

Menurut tim KLHK itu tugas mereka Selain mengumpulkan keterangan atau penjelasan RAPP ke KLHK dan Balai Gakum. Investigasi lapangan sewaktu awal listrik mati, karena semua mesin mati. Memeriksa control system kejadian mati listrik juga sudah diperiksa. 

Saluran buangan limbah ditutup manual ikut di periksa oleh tim KLHK.  Begitu juga pemeriksaan saluran pembuangan outlet dan mengambil sampel untuk laboratorium.

Dikatakannya sampel akan segera diperiksa dan tim KLHK masih terus pantau perkembangan. Jika ada keterangan keterangan yang diperlukan dan pemeriksaan masih dilanjutkan Selasa (20/03).

Apa Penyebab kematian ikan ? Tim belum menjawab penyebab, namun pihak PT RAPP mengakui banyak ikan mati. 

Dikonfirmasi terkait kedatangan tim Kementerian KLHK, pihak PT RAPP melalui humas mengatakan belum tahu kedatangan tim Kementerian. EP

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 09 Juni 2018 05:06:59
Pantauan BMKG Pekanbaru, 14 Hotspot Muncul di Sumatera
 Rabu, 30 Mei 2018 08:05:42
Apindo Riau: Tanpa Regulasi Perizinan Baik, RTRW Riau Itu Tak Berarti Apa-Apa
 Rabu, 28 Maret 2018 06:05:44
RTRW Jadi Stimulan Positif Pengembangan Daerah
 Rabu, 23 Mei 2018 04:05:58
Warga Rohul Harus Waspada Intesitas Curah Hujan Tinggi Diprediksi Akan Terjadi Banjir
 Senin, 14 Mei 2018 10:05:50
TingkatkĂ n Kelestarian Laut, Forhati Gerakkan Tanam Mangrove
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca