Dua Terdakwa Korupsi Cetak Sawah Pelalawan di Vonis 6 Tahun Penjara
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 10 April 2018 07:04:44
Dua Terdakwa Korupsi Cetak Sawah Pelalawan di Vonis 6 Tahun Penjara
KETERANGAN GAMBAR :
Dua Terdakwa Korupsi Cetak Sawah di Pelalawan Divonis 6 Tahun Penjara/ foto internet

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru akhirnya menjatuhkan vonis selama enam tahun penjara kepada kedua terdakwa kasus korupsi cetak sawah di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Kedua terdakwa itu adalah, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Bina Permai, Jumaling. Kemudian Kaharudin, selaku kontraktor pelaksana kegiatan cetak sawah.

Hakim yang dipimpin Bambang Myanto SH menyatakan, keduanya bersalah melanggar Pasal 2 juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana penjara masing-masing kepada terdakwa selama enam tahun,"kata hakim.

Selain itu, kedua terdakwa juga harus membayar denda sebesar Rp200 juta atau subsider 3 bulan penjara. Keduanya juga harus membayar uang pengganti kerugian negara.

Untuk terdakwa Jumaling membayar uang pengganti Rp130.050.000 sedangkan Baharudin membayar Rp584.950.000. Jika tidak dibayar, maka keduanya dapat menggantinya dengan penjara selama setahun.

Atas vonis itu, kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir. Sama haknya dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marel SH, yang sebelumnya menuntut terdakwa masing-masing 6,5 tahun penjara.

Perbuatan kedua terjadi tahun 2012 silam. Saat itu Poktan Bina Permai Desa Gambut Mutiara mendapat bantuan dana hibah cetak sawah dari APBN melalui DIPA Ditjen Prasarana dan Prasarana Pertanian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pelalawan sebesar Rp1 miliar.

Namun pelaksanaannya, pengerjaan proyek oleh terdakwa Kaharudin dan Jumaling tersebut tak berjalan sebagaimana mestinya. Dari anggaran Rp1 miliar, sebesar Rp750 juta dipergunakan tersakwa untuk kepentingan pribadi dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. **nur

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 17 Juli 2018 08:07:51
Kejati Riau Periksa Tiga Tersangka Dugaan Korupsi RTH
 Senin, 16 Juli 2018 08:07:12
Kasus Suap PLTU Riau-1 TM Mangunsong Desak KPK Tangkap Aktor Selain ES
 Sabtu, 14 Juli 2018 03:07:50
Pelaku Bunuh Korban Karena Hina Islam dan Rasulullah
 Kamis, 12 Juli 2018 03:07:03
Jaksa Belum Terima Putusan Banding Dugaan Money Politic Dari PT Pekanbaru
 Selasa, 10 Juli 2018 01:07:31
Kades RBS Dijerat Pasal Tipikor
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca