Cak Imin Optimistis Masyarakat Pilih Pemimpin Berdasarkan Figur
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Sabtu, 14 April 2018 12:04:12
Cak Imin Optimistis Masyarakat Pilih Pemimpin Berdasarkan Figur
KETERANGAN GAMBAR :
Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar mengumpulkan generasi milenial mengikuti acara Dialog Budaya yang di populerkan di Twitter dengan tagar Dialog Guyon Bikin Guyub.

JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar mengumpulkan generasi milenial mengikuti acara Dialog Budaya yang di populerkan di Twitter dengan tagar Dialog Guyon Bikin Guyub.

Dengan lesehan, sekitar 200 lebih mahasiswa menikmati acara sosialisasi empat pilar bertajuk "Kebudayaan adalah Panglima" selama empat jam di Angkringan Pendopo Ndalem, Ngasem  kota Yogyakarta, pada Jumat (13/04/2018) malam.

Resto Angkringan Pendopo Dalem pun berubah menjadi panggung hiburan rakyat. Berbagai pentas seni dan budaya seperti pembacaan puisi, stand up comedy, musik jazz, reggae, pop, dan wayang hip hop dan lantunan 3 lagu penyanyi jazz Syaharani dan budayawan Eros Djarot disuguhkan kepada masyarakat.

Seorang mahasiwa bernama Febriansyah meminta Cak Imin agar menjelaskan penerapan empat pilar secara aplikatif bukan naratif yang tidak bisa diaplikasikan bagi generasi milenial. 

Muhaimin mengatakan fakta di Pilkada yang ada sudah sangat liberal karena hanya pemilik uang saja yang menang. Muhaimin mengajak evaluasi nilai-nilai yang tak sesuai dengan Empat Pilar.

"Rakyat harus benar-benar melek politik. Sebagai negara demokratis, rakyat harus memilih bukan karena embel-embel uang, " jawab Cak Imin 

Muhaimin menegaskan nilai-nilai luhur bangsa, mulai ditinggalkan. Demokrasi yang seharusnya permusyawaratan diganti dengan digantungkan pada elektabilitas sehingga orang yang memiliki elektabilitas tinggi akan menjadi pemimpin. "Pemimpin yang terpilih itu cerminan dari masyarakat. Hal demikian karena politik elektabilitas," tambahnya.

Untuk menciptakan situasi politik yang sehat, dirinya menyebut harus ada pembenahan aturan Pemilu dan pendidikan politik bagi masyarakat. "Orang-orang yang baik harus kita ajak masuk dalam politik. Kita optimistis ke depan masyarakat akan memilih pemimpin yang baik. Memilih pemimpin berdasarkan figur bukan berdasarkan uang," tegasnya. **Bam

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 01 Desember 2018 08:12:48
Program Kampanye Jokowi, Membangun Perekonomian Lebih Baik
 Senin, 26 November 2018 11:11:45
Pasca Deklarasi, Forbin Mantap Dukung Pasangan Jokowi-Ma ruf
 Senin, 26 November 2018 11:11:57
Caleg DPRD Kota Bengkulu Dorong Kesejahteraan Guru Honorer
 Sabtu, 24 November 2018 03:11:46
Wakil MPR Lantik PAW Fraksi Golkar
 Sabtu, 24 November 2018 02:11:43
MPR : Potensi Munculnya Radikalisme Harus Dibentengi
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca