Pakar Digital Sebut Jika Kuasai Big Data Bisa Menangkan Pemilu
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 16 April 2018 08:04:03
Pakar Digital Sebut Jika Kuasai Big Data Bisa Menangkan Pemilu
KETERANGAN GAMBAR :
Anthony Leong menghadiri Rajasthan IT Expo di Jaipur, India pada Maret 2018 lalu.

JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - Pakar Digital Indonesia, Anthony Leong menyatakan Indonesia sangat tertinggal dalam pengelolaan data digitalisasi atau Big Data. Padahal dia menyebut di negara-negara maju, penggunaan Big Data sudah diterapkan sejak 2009 lalu.

Menurutnya, jika menguasai Big Data bisa menjadi strategi jitu untuk pemenangan pemilu atau menguasai pasar bisnis lainnya. 

“Menguasai Big Data dalam kampanye akan menjadi lebih terukur dan karena ada alat mengidentifikasi tipe-tipe calon pemilih secara akurat sehingga menghasilkan data-data yang valid,” ujar Anthony di Jakarta (16/4/2018).

Dirinya mencontohkan Pilpres Amerika Serikat (AS) yang dimenangkan Donald Trump pada tahun 2016 lalu tidak lepas dari kekuatan teknologi Big Data melalui bantuan sebuah firma pengolahan data, Cambridge Analytica yang belakangan tengah menjadi sorotan media karena skandalnya dengan perusahaan Facebook.

“Cambridge Analytica telah menganalisis jutaan data dengan membuat polling riset di 17 negara bagian setiap harinya. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan mengidentifikasi calon pemilih yang sekiranya dapat “dipengaruhi” kemudian mengirimkan konten-konten yang berdampak pada pilihan politik,” kata Anthony menjelaskan.

CEO Menara Digital ini menyatakan di Indonesia bisa jadi terdapat perusahaan serupa Cambridge Analytica yang mampu membuat puluhan model olahan data yang berguna untuk memprediksi minat atau kebiasaan pemilih.

Ia juga menghimbau data Indonesia yang bocor di Facebook tidak dipakai untuk kepentingan politik pemilu Presiden 2019.

“Ya jangan sampai data tersebut bocor sehingga dimanfaatkan untuk kepentingan Pilpres salah satu kubu tertentu. Kita harapkan Facebook bisa tetap menjaga data privasi dari pengguna,” tegasnya. **Rls

 
INFO TERKAIT 
 Jumat, 07 Desember 2018 07:12:48
Menaker Lantik Pengurus Badan Nasional Sertifikasi Profesi
 Jumat, 07 Desember 2018 07:12:51
Hentikan Menuding Jokowi Tidak Pro Umat Islam
 Rabu, 05 Desember 2018 07:12:53
Penabalan Gelar Adat Jokowi di Riau Ditunda Menjadi 15 Desember
 Rabu, 05 Desember 2018 07:12:40
Presiden Jokowi Komitmen Perjuangkan Kepentingan Umat Islam
 Sabtu, 01 Desember 2018 08:12:49
MPR Terus Kaji Sistem Ketatanegaraan
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca