Pertahankan Tradisi Adat 10 Suku di Luhak Kepenuhan Ikuti Prosesi Balimau Adat
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 15 Mei 2018 10:05:18
Pertahankan Tradisi Adat 10 Suku di Luhak Kepenuhan Ikuti Prosesi Balimau Adat
KETERANGAN GAMBAR :
Pertahankan Tradisi Adat 10 Suku di Luhak Kepenuhan Ikuti Prosesi Balimau Adat

ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO  - Sebanyak 10 suku yang terdapat di luhak kepenuhan Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengikuti prosesi balimau adat jelang memasuki  bulan suci ramadhan 1439 H tahun 2018,  Tradisi balimau adat merupakan sejarah adat turun - temurun bagi masyarakat kepenuhan yang dilaksanakan  sebelum bulan ramadhan.

Ini merupakan salah satu langkah untuk mempertahankan tradisi adat diluhak kepenuhan yang di ikuti seluruh Pemangku Adat, Ninik Mamak, Pucuk Suku, dan Anak  kemanakan.

Tradisi balimau adat bersama di laksanakan di lembaga kerapatan  adat ( LKA) luhak kepenuhan yang diikuti 10 suku yang ada di kecamatan kepenuhan.

Balimau adat yang dilaksanan oleh masyarakat kepenuhan dipandu oleh pemangku adat, ninik mamak dan pucuk suku yang  merupakan agenda tahunan di luhak kepenuhan, karena tradisi ini   merupakan peninggalan nenek moyang masyarakat kepenuhan yang sampai saat ini masih tetap dilestarikan.

Pmangku adat luhak kepenuhan,  Tengku Azwir (14/5/2018) mengatakan bahwa tradisi adat luhak kepenuhan tidak akan terkikis oleh kemajuan zaman,  dan tradisi adat diluhak kepenuhan harus tetap bisa dipertahankan sampai ke anak cucu.

Sebagai pemangku adat dirinya  mengapresiasi masyarakat,  terutama ninik mamak, pucuk suku, dan anak kemanakan yang saat ini masih mempertahan nilai adat yang terdapat diluhak kepenuhan.

Seperti balimau adat yang dilaksanakan sebelum bulan ramadhan, menambah kubur, dan termasuk pernikahan anak kemanakan yang saat ini masih menggunakan adat sekaligus melaksanakan prosesi adat dengan istilah bahwa adat bersadikan sarak dan sarak bersandikan kitabullah tentu hal perlu dipertahankan " Imbuh Azwir.

Sementara ninik mamak luhak kepenuhan,  Efendi R (14/5)  mengatakan bahwa saat ini diluhak kepenuhan sedikitnya terdapat 10 pucuk suku, adapun 10 pucuk suku yang ada diantaranya, suku Melayu,  suku Kandang Kopuh, suku  Kuti,  suku Maih,  suku Pungkuik,  suku Moniliang/ suku Ampu,  suku Rajo - Rajo  dan terakhir suku Bangsawan.

Setiap masing -masing pucuk suku memeliki peran penting untuk membimbing anak kemanakannya, dibawah lembaga kerapatan adat (LKA)  yang nantinya akan tetap bisa dilestarikan untuk generasi muda kecamatan kepenuhan " Tuturnya.

Sedangkan anak kemanakan luhak kepenuhan,  Khairul Fahmi (14/5) mengatakan bahwa balimau adat sudah dilaksanakan oleh masyarakat kepenuhan sejak puluhan tahun silam dan sampai saat ini masih tetap dipertahankan,  sebagai anak kemanakan tentu kita mengucapkan terima kasih kepada pemangku adat,  ninik mamak,  dan  pucuk suku yang masih tetap mempertahan tradisi balimau adat setiap tahunnya, karena tradisi balimau adat tidak semua luhak dari limak luhak yang terdapat di kabupaten rokan hulu.

Momen balimau adat ini juga  sekaligus sebagai ajang saling bermaaf - maafan dalam menghadapi bulan suci ramdhan 1439 h tahun 2018, dan s untuk mempererat hubungan  silatuhrahmi dengan masyarakat luhak kepenuhan " Ucap Fahmi.(Ar)

 
INFO TERKAIT 
  00:00:00
Makna Lomba Sampan Selodang Dimata Said Syarifuddin
 Rabu, 23 Mei 2018 08:05:00
Mendikbud Dukung Muatan Lokal Budaya Melayu Riau
 Selasa, 17 April 2018 06:05:54
Plt Gubernur Riau Ajak Mahasiswa Jaga Marwah Melayu
 Minggu, 06 Mei 2018 09:05:44
H Wan Thamrin Hasyim Terima Gelar Adat Datuk Seri Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau
 Senin, 30 April 2018 11:04:27
Ketua Umum DPP Punguan Manik Raja, Kita Bersaudara Saat Syukuran dan Silaturahmi di Sergai
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca