Peningkatan Sektor Ekonomi Petani Kelapa di Indragiri Hilir
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 07 Mei 2018 06:05:24
Peningkatan Sektor Ekonomi Petani Kelapa di Indragiri Hilir
KETERANGAN GAMBAR :
Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda), Afrizal menghadiri Diskusi Bedah Harga Kelapa, di Gedung Wanita Tembilahan, Senin (7/5/2018).

INHIL, UTUSANRIAU.CO  - Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda), Afrizal menghadiri Diskusi Bedah Harga Kelapa, di Gedung Wanita Tembilahan, Senin (7/5/2018).

Kegiatan yang ditaja oleh Pengurus Besar Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indragiri Hilir (PB-HIPPMIH) Pekanbaru ini, menghadirkan Moderator dari Dosen Tetap Universitas Padang, Dr Edi Endrizal, dengan empat narasumber, yakni Asisten II Setda, Anggota DPRD, perwakilan PT Pulau Sambu dan PT ISK.Asisten II Setda Inhil, Afrizal dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan diskusi Bedah Harga Kelapa dengan tema "Peningkatan sektor ekonomi terhadap petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir" tersebut.

Menurutnya, tema itu sesuai dengan kondisi yang dialami para petani saat ini.Apalagi, lanjut Afrizal, hampir 80 persen masyarakat Kabupaten Inhil berprofesi sebagai petani dan 72 persen diantaranya berprofesi sebagai pantai kelapa, dengan luas lahan perkebunan kelapa kurang lebih hampir 400.000 Hekar.

"Kami menyambut baik penyelenggaraan ini, yang nantinya hasil diskusi dapat dijadikan rekomendasi bagi pemerintah dan swasta, dalam mengambil kebijakan," katanya.

Sementara itu, Ketua PB HIPPMIH Pekanbaru, M Syafi'i menjelaskan, peran mahasiswa saat ini sebagai penyambutan lidah masyarakat dengan pemerintah dan swasta, sehingga kegiatan Diskusi Bedah Harga Kelapa ini perlu dilaksanakan.

Moderator Diskusi, Edi Endrizal dalam paparannya menyatakan, yang terpenting jalannya diskusi tetap fokus dengan tema, agar solusi bagi kesejahteraan masyarakat dapat terpecahkan.

"Adek-adek (mahasiswa, red) ini ingin mencari solusinya, yang terpenting kita fokus dengan temannya, solusinya untuk kesejahteraan masyarat Inhil yang berprofesi sebagai petani kelapa," tandasnya.(mcr/Adv)

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 18 Oktober 2018 05:10:30
Tiga Calon Direktur BUMD Tuah Sekata Ikut Seleksi
 Kamis, 18 Oktober 2018 05:10:12
Bapenda Dongkrak PAD Kota Pekanbaru
 Selasa, 16 Oktober 2018 09:10:16
Fluktuasi Harga BBM Bukan Pelanggaran Konstitusi
 Minggu, 14 Oktober 2018 11:10:40
Bank Riau Kepri Wujudkan Peduli Tenaga Kerja Rentan Melalui Program GN Lingkaran BPJS Ketenagakerjaan di HUT Kab Siak ke 19
 Sabtu, 13 Oktober 2018 11:10:44
Resmi di Buka, REI Expo 2018 Riau Bakal Sedot Ribuan Pengunjung
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca