Hakim Vonis Dirut Jamaah Umroh Empat Tahun Penjara
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 01 Juni 2018 10:06:42
Hakim Vonis Dirut Jamaah Umroh Empat Tahun Penjara
KETERANGAN GAMBAR :
Hakim Vonis Dirut Jamaah Umroh Empat Tahun Penjara

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menjatuhkan vonis selama empat tahun penjara terhadap Direktur Utama (Dirut) travel PT Joe Pentha Wisata (JPW), Muhammad Yusuf Johansyah, karena terbukti melakukan penipuan terhadap ratusan jemaah umrah.

Vonis hakim yang dipimpin Abdul Aziz SH ini, dibacakan pada Kamis (31/5/18)."Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama empat tahun, dipotong masa penahanan,"kata Aziz.

Hakim dalam amar putusannya menyatakan, perbuatan terdakwa telah meresahkan dan merugikan para jemaah yang sudah menyerahkan dana untuk berangkat unrah. Terdakwa terbukti melanggar Pasal 378 KUHP.

Atas tuntutan itu, Yusuf berkoordinasi dengan penasehat hukumnya. Setelah itu dia menyatakan pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. "Kami pikir-pikir yang mulia," kata Penasehat Hukum, Fahmi.

Sebelumnya, Yusuf  dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syafril SH dan Zurwandi SH dengan pidana penjara selama 4 tahun. "Kami juga pikir-pikir," kata Syafril.

Dalam dakwaan JPU, disebutkan, penipuan dilakukan terdakwa pada kurun waktu 2015 hingga 2017. Terdakwa selaku pimpinan perjalanan umrah tersebut tidak memberangkatkan ratusan  calon jemaah.

Padahal, calon jemaah itu sudah menyetorkan dana untuk pemberangkatan umrah, sekitar Rp23 juta perorang. Total dugaan nilai uang jemaah yang digelapkan mencapai lebih dari Rp3 miliar.

Di persidangan, terdakwa mengaku sudah mentransfer dana Rp8 miliar ke pihak maskapai Air Asia. Dana itu untuk pemesanan 5.100 kursi pesawat untuk jemaah.

Namun Air Asia membatalkan kerja sama. Sebanyak 5.100 yang dibooking dianggap hangus semua.

Sementara, penasehat hukum terdakwa menyatakan menghormati putusan majelis hakim. Namun dia menyatakan pikir-pikir karena melihat dalam putusan majelis hakim ada yang tidak maksimal. "Tidak menutup kemungkinan kita banding," ucap Fahmi usai persidangan.

Dia menyatakan, kliennya ditipu pihak Air Asia hingga tak bisa memberangkatkan jemaah. "Kami sudah mengajukan gugatan. Kalau tidak di Malaysia, di Bandung, Indonesia," tuturnya.nur

 
INFO TERKAIT 
 Jumat, 22 Juni 2018 01:06:26
Anggota DPRD Bengkalis Dipanggil KPK
 Jumat, 22 Juni 2018 01:06:37
Jaksa Ajukan Banding Kasus Politik Uang Anggota DPRD Bengkalis dan Ajudan
 Selasa, 12 Juni 2018 09:06:33
Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, Usulkan 232 Napi Dapat Remisi Idul Fitri
 Jumat, 08 Juni 2018 09:06:40
Diperiksa KPK, Bupati Bengkalis Sebut Rp1,9 Miliar dari Usahanya
 Rabu, 06 Juni 2018 07:06:25
Dipanggil KPK, Wakil Ketua DPRD Bengkalis Bantah Diperiksa
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca