Katering Haji Indonesia, Menag Berharap Sesuai Selera Jemaah Haji
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 03 Juli 2018 05:07:51
Katering Haji Indonesia, Menag Berharap Sesuai Selera Jemaah Haji
KETERANGAN GAMBAR :
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat acara Pengukuhan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Meal Test Penerbangan Haji Embarkasi /Debarkasi Jakarta - Bekasi, di asrama haji Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/7/2018).

BEKASI, UTUSANRIAU.CO - Kementerian Agama berusaha maksimal menyajikan makanan atau katering sesuai selera atau lidah jemaah haji Indonesia. Beragamnya jenis masakan atau variasi makanan di Indonesia, menyebabkan Kemenag mengambil pilihan moderat

"Jenis masakan Indonesia itu terbanyak di dunia dibandingkan bangsa lain. Karena itu, kami harus berada pada titik moderat. Tidak terlalu pedas, tidak terlalu asin, dan tidak terlalu manis, " ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat acara Pengukuhan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Meal Test Penerbangan Haji Embarkasi /Debarkasi Jakarta - Bekasi, di asrama haji Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/7/2018).

Menag Lukman menyatakan banyaknya variasi makanan, bermacam bumbu dan rempah-rempah, maka lidah jemaah haji Indonesia pun sudah terbiasa dimanjakan dan sensitif dengan rasa dan suka membeda-bedakan makanan. “Dampaknya, bagi yang suka pedas, ketika menjumpai makanan kurang pedas maka, akan protes. Begitu pula sebaliknya," ujar Menag Lukman seperti dikutip dari laman kemenag.go.id. 

Menag Lukman menambahkan pihaknya mengantisipasi dengan mengambil pilihan moderat. Yakni  tidak terlalu pedas,  manis,  asin, dan lainnya. "Ketahanan fisik kita beranekaragam. Karenanya, meski juga berisiko diprotes dan belum bisa memuaskan, tapi titik moderat lah yang kami pilih," ujar Menag.  

"Semoga para jemaah mau mengerti, jika makanan yang disajikan, rasanya masih kurang. Meski demikian, kepuasan jamaah tetap menjadi prioritas," ujar Menag Lukman. bam

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 13 Desember 2018 05:12:57
Memberatkan Masyarakat, DPR Diminta Batalkan Kebijakan Penetapan STNK Mati
 Rabu, 12 Desember 2018 08:12:50
Forhati Terus Perjuangkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
 Selasa, 11 Desember 2018 09:12:32
Imparsial : Rezim Orba Sarat Kekerasan dan Korup
 Senin, 10 Desember 2018 02:12:00
Warganet Diajak Sejukkan Masyarakat Lewat Status Pancasilais
 Jumat, 07 Desember 2018 07:12:48
Menaker Lantik Pengurus Badan Nasional Sertifikasi Profesi
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca