Stabilkan Harga Kelapa, Bupati HM.wardan Gelar Pertemuan dengan Perusahaan dan Pengusaha Pengepul Kelapa
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 04 Juli 2018 11:07:12
Stabilkan Harga Kelapa, Bupati HM.wardan Gelar Pertemuan dengan Perusahaan dan Pengusaha Pengepul Kelapa
KETERANGAN GAMBAR :
Stabilkan Harga Kelapa, Bupati HM.wardan Gelar Pertemuan dengan Perusahaan dan Pengusaha Pengepul Kelapa

TEMBILAHAN, UTUSANRIAU.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) kembali menggelar pertemuan dengan Perusahaan dan para pengusaha pengumpul kelapa yang sempat dibatalkan beberapa waktu lalu, Rabu (4/7/2018) malam.

Pertemuan yang dilakukan di aula lantai 5 Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasia Tembilahan ini, mengagendakan pembahasan tentang stabilitas harga kelapa yang dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir sempat menyentuh titik terendah.

"Kami sengaja mengundang Perusahaan dan para pengusaha pengumpul kelapa untuk berdiskusi karena beberapa bulan terakhir harga kelapa sempat anjlok dan menimbulkan keresahan di tingkat petani," katanya.

Bupati menyebutkan, pertemuan juga ditujukan untuk mencari solusi terkait harga kelapa yang cenderung fluktuatif sehingga kedepan harga kelapa tidak lagi menjadi kekhawatiran bagi para petani dan dipolitisasi dengan dijadikan 'komoditas' politik.

"Kenapa Harga kelapa menjadi suatu hal yang penting bagi kami Pemerintah Kabupaten Inhil. Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat Inhil berprofesi sebagai petani, sektor perkebunan kelapa merupakan tumpuan dari hampir 70 persen masyarakat petani," pungkas Bupati.

Dalam pertemuan, baik pihak Pemkab Inhil, perusahaan dan  pengusaha kelapa mengidentifikasi beberapa persoalan yang tengah dihadapi sektor perkebunan kelapa Inhil, mulai dari hulu hingga hilir.

Dari hulu sektor perkebunan kelapa, diketahui jumlah kebun kelapa tua dan rusak, kerusakan infrastruktur perkebunan, minimnya penggunaan teknologi dan bibit unggul masih menjadi problema yang belum terpecahkan hingga saat ini.

Berbicara hilir sektor perkebunan kelapa Inhil, selain harga kelapa yang cenderung fluktuatif, terdapat juga beberapa masalah yang terjadi, yakni diversifikasi produk turunan kelapa yang masih kurang dan pemanfaatan hasil lain dari kelapa, seperti air kelapa, sabut dan tempurung yang belum optimal.

*Home Industry, Solusi Hilir Sektor Perkebunan Kelapa*

Mengerucut pada persoalan minimnya diversifikasi produk turunan kelapa, dalam forum pertemuan, Pemerintah Kabupaten Inhil kembali menyampaikan, solusi konkret dari persoalan tersebut, ialah pengembangan industri skala rumah tangga atau home industry.

Terkait rencana kebijakan pengembangan industri skala rumah tangga ini, Bupati Inhil mengatakan, Pemerintah Kabupaten Inhil akan menambah anggaran untuk mengadakan pelatihan terhadap masyarakat petani.

"Untuk pelatihan ini, kami sudah melakukan komunikasi dengan Profesor Wisnu Gardjito, ahli kelapa dunia asal Depok. Beliau sepakat untuk menggelar pelatihan bulan depan," ungkap Bupati.

Setelah pelatihan dilaksanakan, Bupati mengungkapkan, langkah selanjutnya yang akan ditempuh adalah pembentukan kelompok - kelompok home industry yang mencakup daerah - daerah sentra produksi kelapa di Kabupaten Inhil serta pengadaan peralatan mesin pengolah kelapa.

"Nah, saat semua langkah ini direalisasikan, kita berharap kelompok - kelompok home industry ini dapat memproduksi sendiri barang jadi berbahan baku kelapa yang memberikan nilai tambah bagi komoditas kelapa kita dan meningkatkan pendapatan masyarakat petani," papar Bupati. **Adv/mcr/urc

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 22 September 2018 12:09:17
Bank Dunia pastikan Indonesia aman dari krisis ekonomi
 Jumat, 21 September 2018 03:09:19
Pemkab Meranti Komit Ciptakan Interpreniur Muda Berdaya Saing
 Kamis, 20 September 2018 05:09:09
Sekda Meranti Buka Rakor ULP se-Provinsi Riau
 Senin, 17 September 2018 06:09:36
Jatah Dikurangi 50 Persen, LPG 3 Kg Langka di Rohul
 Sabtu, 15 September 2018 11:09:42
DPR Minta Bentuk Badan Pangan Nasional
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca