Kementerian PUPR Bangun Pengaman Pantai di Rupat Yang Punya Daerah Jadi Penonton
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 09 Juli 2018 05:07:51
Kementerian PUPR Bangun Pengaman Pantai di Rupat Yang Punya Daerah Jadi Penonton
KETERANGAN GAMBAR :
Kementerian PUPR Bangun Pengaman Pantai di Rupat Yang Punya Daerah Jadi Penonton

BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO - Pembangunan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa atau kota-kota besar saja, melainkan juga di kawasan perbatasan maupun di pulau-pulau terdepan Nusantara. Hal ini merupakan wujud nyata implementasi Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dalam membangun Indonesia dari pinggiran dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas nasional yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil-hasil pembangunan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III, Ditjen Sumber Daya Air melakukan pembangunan pengaman pantai pulau-pulau kecil terdepan di Provinsi Riau yakni Pulau Rupat dan Pulau Rangsang untuk melindungi garis pantai terluar dari abrasi.

Pembangunan pengaman pantai di Pulau Rupat berada di Desa Teluk Rhu, Kabupaten Bengkalis sepanjang 187 meter dengan biaya dari APBN 2018 sebesar Rp 3,69 miliar. Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor lokal PT. Karya Muda Belia dengan progres pekerjaan saat ini mencapai 91,93%

Paket pekerjaan pengaman pantai tersebut, ditargetkan rampung pada September 2018. Selain melindungi garis pantai, dilakukan penataan kawasan di sekitar Pantai Rupat 

Beda dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, penyerapan anggaran periode Januari-Juni 2018 baru 19 persen dari total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp3,6 triliun.

"Berdasarkan hasil evaluasi hingga triwulan kedua, penyerapan anggaran baru 19 persen untuk belanja pegawai, operasional dan pembayaran Tunjangan Hari Raya," Ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis, Bustami HY, Minggu.yang dilansir dari antara.com

Dikatakan Sekda untuk kegiatan yang sifatnya berupa fisik belum dilaksanakan, sementara untuk alokasi anggaran kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sudah  dilaksanakan.

Mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bengkalis ini mengungkapkan penyerapan anggaran yang masih rendah tersebut akibat adanya defisit anggaran sebesar Rp1,4 triliun dan belum bisa dikerjakan kegiatannya menunggu rasionalisasi dilakukan.

"Dari Rp3,6 triliun, APBD Bengkalis mengalami defisit sebesar Rp 1,4 triliun dan anggaran yang bisa digunakan untuk kegiatan tinggal sebesar Rp2,2 trliun. Sementara belanja langsung  yang sudah dianggarkan Rp1,4 triliun untuk pembayaran gaji pegawai untuk kegiatan  belanja tidak langsung tinggal Rp800 miliar," kata Sekda.  

Sisa Rp800 miliar tersebut tentu kata Sekda sejumlah kegiatan yang telah disahkan pada APBD 2018 belum bisa dilaksanakan dan harus dilakukan rasionalisasi di setiap kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Rasionalisasi harus kita lakukan akibat defisit anggaran, banyak kegiatan yang dianggap tidak penting nantinya dicoret dalam  pembahasan bersama DPRD,"  ujar Sekda.

Seharusnya pemkab dan DPRD Bengkalis belajar dengan pemerintah pusat menyusun anggaran akibatnya pembangunan yang kita harapkan tidak tercapai.(an/yul)


 

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 19 November 2018 05:11:30
Sekda Meranti Minta ASN Mampu Berikan Pelayanan yang Nyaman Bagi Masyarakat
 Minggu, 18 November 2018 08:11:23
Akses Penghubung Tiga Desa Di Kecamatan Tambusai Utara Rusak Parah
 Sabtu, 17 November 2018 09:11:15
Bocah di Terkam Buaya Tewas saat Mandi di Depan Rumah
 Sabtu, 17 November 2018 09:11:06
Pemerintah Desa Kasimang Bangun Gedung Serba Guna
 Sabtu, 17 November 2018 09:11:53
10 Kesepakatan Mediasi Koperasi TJM Dan PT Safari Riau di Mapolres Pelalawan
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca