Padamkan Kebakaran Lahan Penyaguhan, BPBD Riau Kirimkan Helikopter Water Bombing
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 26 Juli 2018 07:07:40
Padamkan Kebakaran Lahan Penyaguhan, BPBD Riau Kirimkan Helikopter Water Bombing
KETERANGAN GAMBAR :
foto: helikopter padamkan karlahut desa Peyaguhan

RENGAT, UTUSANRIAU.CO -  Sekitar enam hari telah terjadi kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di desa Penyaguhan, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu. Kebakaran yang terjadi pada lahan gambut dengan kedalaman mencapai 14 meter tersebut semakin sulit dipadamkan oleh tim gabungan.

Untuk membantu menjinakkan api, akhirnya Badan Nasional Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mengirimkan satu unit helikopter Water Bombing untuk melakukan penyiraman dari atas.

"Hari ini sudah lebih 50 kali penyiraman dilakukan, namun masih sulit untuk dipadamkan," tegas kepala Kantor PBD Inhu, R Agus Widodo kepada sejumlah wartawan, Kamis (26/7/18).

Menurutnya, hingga sore kemarin (Rabu, red) memang sudah bisa diminimalisir penyebaran api. Namun saat malam tadi, di mana petugas tidak bisa bekerja, api kembali menyebar karena memang sebagian besar api berada di kedalaman gambut tebal, sehingga sulit diprediksi intensitasnya.

Selain itu, pada lokasi di sekitar kebakaran sangat sulit mendapatkan air, karena yang ada hanya aliran-aliran sungai kecil yang jika disedot airnya dalam waktu sebentar akan kering. Sementara kanal yang ada tidak bisa diandalkan karena kecil dan rata-rata sudah kering.

"Belum lagi jarak lokasi yang sangat jauh dari pemukiman masyarakat dan hanya bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor, sehingga menambah kendala maksimalnya pemadaman oleh tim gabungan dari Polri, TNI, Manggala Agni, masyarakat dan Perusahaan serta KPBD sendiri, jelas Widodo.

Widodo berharap dengan adanya Helikopter ini, akan bisa memaksimalkan kerja petugas di lapangan dan api akan dapat segera dipadamkan sebelum menimbulkan efek lain seperti,  makin luas atau menimbulkan bencana asap.

Lokasi lahan yang terbakar merupakan lahan gambut. Oleh karena itu pemadaman sempat menyulitkan petugas. Widodo mengungkapkan hingga kini pihaknya belum menerima laporan pasti luas lahan yang terbakar

Tim dari Kepolisian, TNI, Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD), Manggala Agni, dan masyarakat setempat masih terus berupaya melakukan pemadaman kebakaran di Desa Penyaguhan,

“Perluasan kebakaran sudah dapat dilokalisir oleh tim, namun memang membutuhkan kerja ekstra untuk melakukan pemadaman total api tersebut,” ungkap Kapolres Inhu AKBP Dasmin Ginting SIK kepada wartawan

Menurutnya, kendala yang dihadapi tim saat ini diantaranya karena lahan tersebut merupakan lahan gambut dengan ketebalan mencapai 14 meter, sehingga sulit diprediksi apakah api sudah padam atau belum. Namun di keliling lahan sudah ada kanal, sehingga memudahkan untuk mengantisipasi agar api tidak menyebar ke lahan yang lain.

“Kita memang takut api bisa menyeberang ke lahan lain, namun dengan adanya kanal tersebut, kekhawatiran dan juga kerja bisa sedikit ringan,” ungkapnya.

Dikatakannya, pemadaman memang harus dibantu dilakukan dari atas agar lebih maksimal karena dengan peralatan yang ada akan memakan waktu. Pemadaman dengan bantuan helikopter yang didatangkan dari Pekanbaru.

Sejauh ini pun belum ada tersangka untuk Karlahut ini. “Lahan yang terbakar milik masyarakat, bukan milik korporasi,” tegas Kapolres. **Ds

 
INFO TERKAIT 
 Jumat, 07 Desember 2018 04:12:34
GAKKUM LHK Amankan Sudigdo dan 3 Alat Berat Rambah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu
 Selasa, 04 Desember 2018 08:12:53
JMGR: Tanpa SK PS Gambut, Jokowi Tidak Perlu Ke Riau
 Senin, 03 Desember 2018 08:12:18
Potensi Hujan di Riau Hingga April
 Jumat, 30 November 2018 08:11:01
Saat Indonesia Jadi Negara Penyumbang Limbah Plastik Terbesar Dunia, Ibu-ibu Pekanbaru Dirikan Kelompok Perajin Sampah
 Jumat, 23 November 2018 07:11:32
Ir. Selamat, MM: Tahun 2018, TK PPEG Terbentuk di Dua Desa, Tahun Depan Dua Desa lagi
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca