Inilah Alasan Pemkab Rokan Hulu Menunda Vaksin MR
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 03 August 2018 06:08:37
Inilah Alasan Pemkab Rokan Hulu Menunda Vaksin MR
KETERANGAN GAMBAR :
Vaksin Campak diragukan kehalalannya/ Foto Internet/ Ilustrasi

ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO - Pelaksanaan imunisasi vaksin Campak / Measles dan Rubella (MR) yang akan dilaksanakan Dinas Kesehatan (Diskes) bagi seluruh pelajar mulai Sekolah Dasar (SD), SLTP hingga SLTA pekan ini, akhirnya ditunda di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menunggu hingga adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal itu ditegaskan Bupati Rohul, H Sukiman, Rabu (1/8/2018), sikapi adanya Surat Edaran (SE) MUI Pusat, yang menyatakan vaksin Campak/ MR belum mendapatkan fatwa halal dari LP-POM MUI Pusat.

“Memang kita sudah minta ke Dinas terkait, agar menunda dulu pelaksanaan imunisasi vaksinasi Campak/ MR bagi pelajar di Rohul. Kita menunggu adanya kejelasan dari fatwa MUI apakah vaksin Campak/MR dibolehkan atau tidak nantinya,”

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Rohul, Syahrudin M.Sy, Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Ibnu Ulya, agar menunda pelaksanaan imunisasi vaksin tersebut ke pelajar di Rohul,” tegas Bupati Sukiman, usai membuka Pendidikan dan Latihan (Diklat) Paskibraka tahun 2018, tingkat Kabupaten Rohul, di Hotel Glora Bhakti, Pasir Pangaraian.

Juga diakui Kakan Kemenag Rohul, H Syahrudin, dirinya sudah melihat SE MUI Pusat, dan dirinya sudah menyampaikannya ke Bupati Rohul, H Sukiman termasuk Kadisdikpora Rohul H.Ibnu Ulya.

"Kita sepakat pelaksanaan imunisasi Campak MR ditunda, sampai adanya fatwa MUI terkait boleh tidaknya vaksin tersebut digunakan ke pelajar di Rohul".

"Selain itu, kita juga sudah mengintruksikan seluruh Madrasyah di Rohul agar menunda pelaksanaan imunisasi Campak/ MR. Apalagi di SE MUI Pusat secara tegas dibunyikan, agar masyarakat muslim tidak ikut dalam proses penyuntikan imunisasi vaksinasi Campak/MR hingga adanya keputusan resmi dari LP-POM MUI Pusat. Juga MUI Pusat membantah, bahwa sudah menyetujui imunisasi Campak/MR. Sementara Kementrian Kesehatan RI belum daftarkan vaksin untuk diteliti oleh LP-POM MUI Pusat,” sebut Kakan Kemenag, Syahrudin.

Syahrudin juga menyatakan, Pemkab dan instansi terkait di Rohul sudah sepakat, menunda imunisasi vaksin Campak/ MR kepada para pelajar di Rohul hingga adanya keputusan MUI pusat.

“Dijanjikan oleh MUI pusat, pada 8 Agustus 2018 sudah dibuat fatwa nasional terkait boleh tidaknya imunisasi vaksin Campak/ MR. Namun, Bupati Rohul sudah mengetahuinya, termasuk Kepala Disdikpora, dan mereka menyatakan agar imunisasi vaksin Campak/ MR pelaksanannya ditunda,” kata Syahrudin.

Kemudian ditanya bagi sekolah yang sudah melaksanakan imunisasi seperti di Kecamatan Kepenuhan, Kakan Kemenag menyatakan tidak mengapa. Namun bagi sekolah yang belum melaksanakannya agar menundanya, sampai adanya putusan fatwa MUI.rdc/urc

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 12 November 2018 05:11:13
Peringati Hari Kesehatan Nasional, Insan Kesehatan Berprestasi Meranti Diganjar Piagam Penghargaan
 Senin, 12 November 2018 05:11:44
Tenaga Medis Bengkalis Dapat Penghargaan di Peringatan HKN ke-54
 Senin, 12 November 2018 08:11:57
Kurang Tidur Sebaiknya Banyak Minum Air, Ini Alasannya
 Jumat, 09 November 2018 08:11:35
Wabup Inhu Buka Edukasi GeMA Cermat
 Kamis, 08 November 2018 04:11:29
Oktober dan September Terdapat 19 Kasus DBD di Rohul
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca