Menaker: Isu Serbuan TKA di Morowali Tidak Benar, Case Closed
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 08 August 2018 07:08:38
Menaker: Isu Serbuan TKA di Morowali Tidak Benar, Case Closed
KETERANGAN GAMBAR :
Menaker: Isu Serbuan TKA di Morowali Tidak Benar, Case Closed

JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan isu  serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan industri Morowali dianggap telah selesai. Hasil penyelidikan  Pemerintah, DPR dan investigasi media lokal di Morowali Industrial Park (MIP) ditemukan fakta bahwa isu TKA yang selama ini beredar adalah tidak benar.
 
Menaker Hanif mengatakan hal tersebut usai mengikuti video conference tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) di Morowali (Sultra) sekaligus Rapat Kordinasi penanganan isu TKA di Morowali, di gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden Jakarta, Selasa (7/8/2018).
 
Berdasarkan laporan jumlah TKA di Morowali sebanyak 10,9  persen (3.121 orang)  dari total pekerja lokal berjumlah 25.447orang sehingga  masih ideal karena lapangan kerja untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) jauh lebih tinggi. 
 
"Itu artinya kawasan Industri di Morowali membuka perluasan kesempatan kerja untuk TKI sekaligus juga memberikan kesempatan untuk transfer pengetahuan dan teknologi sehingga TKI bisa memiliki kompetensi lebih baik," ujarnya.
 
Menaker menambahkan dengan adanya pengakuan wartawan tersebut, maka isu jutaan TKA di Morowali sudah selesai. "Ini saya anggap isu jutaan TKA sudah selesai, case closed," ujar Menaker Hanif.
 
Sebelumnya, Menaker Hanif mengungkapkan sudah banyak pihak melakukan kunjungan ke Morowali. Yakni Komisi IX DPR sudah berkunjung ke Morowali. Begitupun pengawas Ketenagakerjaan, tim Satgas Pengawasan TKA yang terdiri dari 24 kementerian instansi juga telah berkunjung ke Morowali dan wartawan juga sudah ke sana.
 
"Kesimpulannya kurang lebih sama. Jadi jangan digoreng-goreng lagi isu ada jutaan TKA Tiongkok ilegal," katanya.
 
TKA Jangan Dimobilisasi
 
Sementara Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko berharap  tak lagi ada pihak-pihak menggunakan persoalan TKA dimobilisasi demi kepentingan politik. "Kalau itu yang terjadi tak akan selesai. Isu ini akan berkembang terus. Sangat tidak bijaksana jika ini dikembangkan terus," ujar Moeldoko.
 
Karenanya, Mantan Panglima TNI itu menginginkan segenap masyarakat jangan resah, jangan skeptis, dan tidak terprovokasi atas isu TKA. Sebab dari hasil investigasi media lokal di Morowali, isu TKA tidak seperti yang digambarkan selama ini yakni ada jutaan TKA dan ada senjata ilegal. 
 
"Mungkin ada ilegal, tapi 1-2 ketangkep dipenjara atau dipulangkan. Maknanya kita tegas terhadap pelanggaran itu. Tidak kita biarkan, karena Menaker telah menyiapkan tim pengawas," ujarnya. **Bam

 
INFO TERKAIT 
 Jumat, 21 September 2018 07:09:18
Tenaga Honorer yang Tak Lolos CPNS Tetap Bisa Jadi ASN
 Kamis, 20 September 2018 12:09:27
Kemenkum-HAM Buka Formasi CPNS Lulusan SMA Sederajat
 Rabu, 19 September 2018 09:09:56
Pendaftaran CPNS Bukan Hari Ini, Pelamar Diminta Tak Buru-buru
 Selasa, 18 September 2018 07:09:12
Hadapi Nasdem, 720 Advokat Dampingi Rizal Ramli
 Sabtu, 15 September 2018 11:09:30
Berdayakan Ekonomi Peternak Lokal, JAPFA Gandeng Bank dan Perusahaan Pendamping
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca