Haketnas 2018, Gubri Sebut IPM Riau Tiga Tahun Terakhir Alami Peningkatan Berkat Inovasi
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Sabtu, 11 August 2018 07:08:57
Haketnas 2018, Gubri Sebut IPM Riau Tiga Tahun Terakhir Alami Peningkatan Berkat Inovasi
KETERANGAN GAMBAR :
Gubri dampingi Menristek Dikti RI dan Bapak BJ Habibie hadiri Puncak Peringatan HAKTEKNAS ke 23 Tahun 2018 di Halaman Gedung Daerah

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO  - Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman sampaikan sambutan pada acara Hari Kebangkitan Tekhnologi Nasional (Haketnas) yang digelar di kawasan Gedung Daerah Jalan Diponegoro, Jumat (10/8/18).

Dalam sambutannya, Gubri mengatakan dampak dari penerapan inovasi, meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Dimana selama tiga tahun terakhir, kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau menunjukkan peningkatan yang sangat berarti. 

Hal ini dapat dilihat meningkatnya IPM dan Menurunnya persentase penduduk miskin. IPM Riau tahun 2017  mencapai 71,79. IPM Riau lebih tinggi daripada IPM Nasional dan IPM  tertinggi ke 6 se Indonesia. Begitu juga dengan jumlah penduduk miskin, pada tahun 2015 jumlah penduduk miskin di Riau mencapai 8,82 persen, mengalami penurunan menjadi 7,41 persen pada tahun 2017.

"Terkait dengan inovasi di bidang pangan dan energi. Pada bidang pangan, selain tetap meningkatkan produktivitas pangan strategi nasional, Provinsi Riau selama tiga tahun terakhir giat mengembangkan inovasi pada pangan lokal untuk mendukung sektor parawisata," kata Gubri.

Ada pun beberapa bentuk pengembangan inovasi tersebut seperti pengembangan industri hilir produk sagu. "Kami telah mendeklarasikan Sagu Riau menyapa Dunia, Riau Provinsi Sagu. Saat ini produk berbasis sagu mulai berkembang dan mudah diperoleh, baik mie sagu, beras sagu," papar Gubri.

Pada bidang Energi, selain Riau terkenal dengan daerah penghasil energi fosil, Riau juga telah mulai mengembangkan dan menggunakan energi baru terbarukan, terutama bioetanol yang diolah dari limbah tanaman sawit. 

Kedepan, diharapkan inovasi di bidang pangan dan energi akan berkembang pesat di Riau mengingat saat ini di Riau telah berdiri 3 Science Techno Park. Yakni, Riau Science Techno Park dengan bidang fokus pangan seperti sagu, kelapa, nenas dan ikan, yang terletak di Kabupaten Kampar.

Kemudian Teknopolitan Pelalawan dengan bidang fokus industri hilir kelapa sawit yang terletak di Kabupaten Pelalawan. Serta ketiga, Taman Teknologi Pertanian dengan bidang fokus penyediaan benih padi, hortikultura dan bibit ternak, yang terletak di Kabupaten Siak.

Melalui peringatan Hakteknas ke-23 Tahun 2018 ini, kita berharap dapat menjadi momentum bangkitnya ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pilar pembangunan bangsa, sehingga mampu sejajar dan bersaing dengan bangsa- bangsa lain di kancah persaingan global, terutama di bidang pangan dan energi.

Hadir pada kesempatan ini Presiden ke-3 RI Prof Dr Ing BJ Habibie, Menristek Dikti M Nasir, Gubernur Jambi, Gubernur Yogyakarta, para pejabat tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai undangan lainnya. **mcr/urc

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 12 November 2018 09:11:05
Pemerintah Diminta Ubah Materi dan Pola Ajar Matematika
 Kamis, 08 November 2018 04:11:20
Sambut Hari Pahlawan, Pemuda dan Pelajar Bengkalis Lakukan Napak Tilas
 Rabu, 07 November 2018 05:11:50
Penetapan Hari Santri Nasional Bukti Pemerintah Akui Peran Ulama
 Senin, 05 November 2018 06:11:39
Rektor Umri Lantik Enam Dekan baru, Jayus Sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi
 Senin, 05 November 2018 11:11:08
Wabup Meranti Berharap Siswa/wi Jauhi Sipat Tercela
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca