25 Tahun ICEL, Lahirkan Hakim Bersertifikasi Lingkungan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 17 August 2018 09:08:13
25 Tahun ICEL, Lahirkan Hakim Bersertifikasi Lingkungan
KETERANGAN GAMBAR :
25 Tahun ICEL, Lahirkan Hakim Bersertifikasi Lingkungan

JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - Selama kurun 25 tahun, ICEL telah banyak memberikan kontribusi terkait hukum lingkungan di Indonesia baik dalam kebijakan, penegakan lingkungan dan tata kelola hutan dan lahan. Selama berkiprah ICEL juga telah melahirkan hakim yang memiliki sertifikasi lingkungan. Begitu yang disampaikan oleh Sukma Violeta komisi Yudisial RI, dalam perayaan ulang tahun ICEL ke 25 tahun di Omah Pawon Jakarata Selatan. Kamis (16/08/18).

Dalam acara tersebut turut hadir Komisioner KPK Laode Muhammad Syarif, Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum), Rasio Ridho Sani, Koordinator Staff Khusus Satuan Tugas Pemeberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal (155) Mas Achmad Santosa,  Dewan Pengawas ICEL Wiwiek Awiati, dan sejumlah lembaga perwakilan organisasi masyarakat sipil lainnya turut meramaikan acara ke-25 tahun ICEL.

Sejak didirikan pada tahun 1933, sebagai organisasi non pemerintah  ICEL telah memberikan pelatihan kepada hakim-hakim di Indonesia melalui pendidikan lingkungan. Sekitar 1.500 hakim di Indonesia telah diberikan pelatihan lingkungan oleh ICEL sejak tahun 1997. Tujuan dari adanya hakim yang memiliki sertifikasi lingkungan ini adalah untuk meningkatkan efektivitas penanganan perkara-perkara lingkungan hidup di pengadilan. Hal ini merupakan bagian dari upaya perlindungan lingkungan hidup dan pemenuhan rasa keadilan.

Hakim Agung Prof Dr Takdir Rahmadi SH LLM yang turut serta dalam acara ulang tahun ke 25 ICEL menyatakan bahwa peran ICEL sangat besar sekali dalam pengembangan kapasitas hakim lingkungan. Ketika tahun 2011, bersama Dewan Mahkamah Agung, Mas Achmad Santosa serta Wiwiek Awiati bertemu dalam sebuah forum yang menghasilkan Surat Keputusan Mahkamah Agung No 134/KMA/SK/IX/2011 mengharuskan perkara lingkungan hidup ditangani hakim yang bersertifikat lingkungan.
 
“Sebagai kilas balik dari cerita SK ini, ICEL terlibat dalam program kerja kurikulum pelatihan hakim lingkungan. Dan saat ini sudah 400 hakim yang sudah mengikuti pelatihan ini. selain sebagai pembuat kurikulum, ICEL juga berperan sebagai pengajar. Dan saat ini ada pekerjaan yang besar bagi ICEL terkait hukum kerugian lingkungan, sebelumnya di Pekanbaru-Riau ICEL telah mengumpulkan hakim-hakim untuk memberikan pengayaan terkait hukum kerugian lingkungan bagi perusak lingkungan. Dan ini masih mejadi pekerjaan rumah bagi ICEL,” ujar Takdir Rahmadi yang juga menjabat sebagai Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung RI.
 

Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen Gakkum), Rasio Ridho Sani menyatakan bahwa keberadaan ICEL sebagai lembaga mitra yang strategis sejak berdirinya lembaga penegak hukum lingkungan di Kementrian Lingkungan Hidup RI hingga saat ini. Jika dilihat dari sejarah di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) , tidak pernah terlepas dari keberadaan ICEL. Sebelum adanya UU 32, teman-teman ICEL telah banyak sekali membantu dan mewujudkan penegakan hukum yang modern dengan intrumen-instrumen terbaru. Dan peran ICEL sangat mempengaruhi perjalanan instrumen0instrumen kebijakan dalam isu-isu hukum yang ada di LHK ini.

Masih dalam paparan Rasio Rido Sani, adanya UU 32 atas kontribusi ICEL ini, merupakan instrumen yang paling berpengaruh. Jika kita lihat pada instumen-instrumen kebijakan lainnya itu kebanyakan bersifat administratif saja. Jika dibandingkan dengan UU 32 ini,  disana terdapat hukum mengenai administratif, hukum pidana dan hukum perdatanya ada. Kontribusi dari pemikiran teman-teman ICEL ini sangat besar sekali, terkait pengelolaan lingkungan hidup. “Dan saya berharap, ICEL selalu dapat membantu dan mendampingi KLHK sebagai mitra strategis, dan kami melihat ICEL merupakan mitra yang paling konsisten yang menghasilkan orang-orang yang hebat dalam lingkungan hidup. Dimana alumni-alumni ICEL menjadi orang-orang yang berpengaruh bagi kebijakan lingkungan hidup di Indonesia.”

“Dua puluh lima (25) tahun waktu yang singkat untuk melakukan perubahan di dunia hukum lingkungan. Masih banyak pekerjaan rumah menanti, namun ICEL diharapkan tetap dapat konsisten mengawal isu-isu strategis yg berkaitan dengan kebijakan hukum lingkungan,” ujar Direktur ICEL Henri Subagiyo. **Rilis

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 12 November 2018 09:11:14
Potensi Karhutla 2019 Bakal Meningkat Karena El Nino
 Sabtu, 10 November 2018 10:11:26
Ketua TP PKK Inhil Buka Gerakan Perempuan Tanan dan Pelihara Pohon Tahun 2018
 Kamis, 08 November 2018 05:11:31
65 Ha Padi Gogo di Rohul Terendam Banjir
 Kamis, 08 November 2018 04:11:46
Banjir Sungai Indragiri Meluas, 32 Sekolah di Inhu Diliburkan
 Rabu, 07 November 2018 05:11:23
Murid MI Darussalam Dipulangkan Akibat Banjir Mulai Rendam Halaman Sekolah
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca