Kemenag Riau: Tak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara Saat Adzan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 03 September 2018 06:09:57
Kemenag Riau: Tak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara Saat Adzan
KETERANGAN GAMBAR :
Kemenag Riau: Tak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara Saat Adzan/ Foto Internet

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Kepala Kanwil Kemenag Riau, Ahmad Supardi mengatakan, bahwa instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tidak ada melarang penggunaan pengeras suara untuk adzan di Masjid, Langgar dan Mushalla.
 
Dalam instruksi Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Nomor Kep/D/101/1978 dan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08/3028 itu, justru memperbolehkan penggunaan pengeras suara untuk adzan.

"Instruksi tersebut bahkan mempersilahkan adzan dengan pengeras suara sekuat kuatnya, karena hal itu adalah pemberitahuan waktu sholat dan mengajak umat untuk melaksanakan sholat. Tentunya dengan suara yang merdu, fasih dan menyejukkan," terangnya, Senin,(3/9/18) .

Ahmad Supardi menambahkan, bagi umat beragama di luar pemeluk agama Islam yang kebetulan tinggal di sekitar Masjid, Langgar, dan Mushalla, diminta untuk dapat memahami dan merasa tidak terganggu dengan suara adzan tersebut, karena ini adalah bahagian dari ajaran agama Islam yang telah membudaya dan mendarah daging bagi umat Islam, dalam rangka memberitahu waktu sholat telah tiba dan sekaligus mengajak umat untuk melaksanakan sholat dan meraih kemenangan.

"Instruksi ini ditujukan pada daerah perkotaan seperti ibukota negara, provinsi, dan kab/kota yang penduduknya sangat heterogen dari sisi agama, budaya kerja, adat dan tradisi, serta lain sebagainya. Sedangkan daerah perdesaan yang penduduknya homogen atau bahkan satu kampung itu hanya dihuni umat Islam, maka dapat menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan tradisi masyarakat setempat," katanya.

Aturan dalam instruksi ini, menurut Ahmad Supardi secara umum mengatur penggunaan pengeras suara saat pelaksanaan Adzan, Tilawah Al-Qur'an menjelang Sholat, pengajian dan Upacara Hari Besar Islam.

"Point dalam aturan itu adalah pengeras suara luar digunakan untuk Adzan sebagai penanda waktu shalat. Sedangkan pengeras suara dalam digunakan untuk do’a dengan syarat tidak meninggikan suara. Mengutamakan suara yang merdu dan fasih serta tidak meninggikan suara," urai Ahmad Supardi.

Ia menambahkan, untuk aturan sesuai waktu sholat, sebelum subuh boleh menggunakan pengeras suara paling awal 15 menit sebelum waktunya. Pembacaan Al-Qur’an hanya menggunakan pengeras suara keluar. Adzan waktu Subuh menggunakan pengeras suara ke luar. Shalat subuh, kuliah subuh, dan sebagainya menggunakan pengeras suara ke dalam saja.rtc/nur

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 22 September 2018 05:09:15
Peletakan Batu Pertama Mesjid Baitulrohim di Desa Bina Maju
 Kamis, 20 September 2018 12:09:20
Menaker Dorong Santri Mulai Menjadi Wirausaha
 Senin, 17 September 2018 08:09:50
Tiba di Selat Panjang, 81 JH Meranti Disambut Pemerintah Daerah dan Tokoh Ulama
 Minggu, 16 September 2018 01:09:42
Bupati Meranti Sambut Kepulangan 81 Jemaah Haji
 Jumat, 14 September 2018 03:09:29
Baznas Rohul Segera Serahterimakan 16 Rumah Sehat Layak Huni
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca