Syair Nasehat Ustaz Abdul Somad untuk Sandiaga
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 04 September 2018 09:09:44
Syair Nasehat Ustaz Abdul Somad untuk Sandiaga
KETERANGAN GAMBAR :
Syair Nasehat Ustaz Abdul Somad untuk Sandiaga

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO  - Ustaz Abdul Somad (UAS) hadir dan menyampaikan nasehat untuk bakal calon wakil presiden RI sandiaga Uno pada acara Tepuk Tepung Tawar di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Selasa (4/9/2018) petang tadi.

Nasehat - nasehat UAS yang bergelar adat Datuk Seri Ulama Setia Negara itu disampaikannya dalam bait-bait syair. Berikut Nasihat Datuk Seri Ulama Setia Negara Ustaz Abdul Somad untuk Sandiaga Uno.

Dengan Bismillah kalam bermula Salam dan sembah untuk semua 
Alhamdulillah berawal doa
Sholawat dan salam sempurna kataYang raja dengan mahkota
Hulubalang serta panglima
Datuk dan Datin alim ulama


Besar tak besebut gelar kecik tak besebut namaSudah lah elok berparas rupa
Hidup bertuah dan beragama
Kalau tuah ada di raga
Pasir digenggam jadi permata
Hati tertawa merasa suka
Baik pemudi serta pemuda
Dari gadis hinggalah janda
Sandiaga tuan bernamaCerdik pandai alim ulama
Lebih tinggi seranting lada
Lebih dulu selangkah kuda
Batangnya tempat menghela
Daunnya tempat bersuka

Akarnya tempat bersilaDengar cakap alim ulama
Jangan buat penyorong kereta
Mesin menyala, asap tersisa
Besi habis arang binasaHati-hati doa miskin papa
Dia dan Tuhan tiada berantara
Kalaupun azab tak turun jua
Bukan kerana Allah lupa
Tapi hanya menunggu masaManusia bisa buat tipu daya
Apalah susah bermain kata
Tapi ada yang Maha Kuasa
Bila berkehendak semua nyata
Detak jantungmu dalam kuasa-Nya
Dia katakan: Kun! Kau sirnaAnambas di tengah samudera
Pipa gas di pelupuk mata
Untaian Zamrud katulistiwa
Budak Melayu duduk menyapa
Hp mahal tiada berguna
Tak ada signal kata merekaPahlawan devisa negara
Meninggalkan sanak keluarga
Hanya mencari pelepas dahaga
Negeri kaya tiada terkira
Mengapa tidak dibina serta
Akhirnya
Menjadi kuli di rumah tetangga
Mereka tidak hina
Mereka orang muliaKalau tak ada asa
Hidup tiada bermakna
Tak ada guna nyawa
Anak negeri merasa hina
Hati berang marah durjana
Allah Maha Mulia
Datuk Syahril Abu Bakar berumpama
Dia kirim matahari dan bulan purnama
Ntah siapa bulan siapa pernama
Agak nya aku lah bulan purnama
Karena dalam gelap gulita
Bila matahari sudah ke istana
Kaki kan melangkah jua kesanaKalau Allah titipkan kuasa
Jangan angkuh semena-menaKalau Allah titipkan kuasa
Kaya dan miskin dipandang samaKalau Allah titipkan kuasa
Cerdik mulia, bodoh dibinaKalau Allah titipkan kuasa
Jangan asik bersolek rupaKalau Allah titipkan kuasa
Padi disemai dipetik sertaKalau Allah titipkan kuasa
Bagi minyak merata-rataKalau Allah titipkan kuasa
Jangan asik pinjam ke cinaKalau Allah titipkan kuasa
Jangan jual aset negaraKalau Allah titipkan kuasa
Ada masanya Dia ambik semulaMencoba merangkai kata
Di atas cakrawala
Dari Siak Sri Indrapura
Menuju airport Sultan Syarif Kasim Dua23 Dzulhijhah 1439h/
4 September 2018.(mcr/urc)

 
INFO TERKAIT 
 Minggu, 18 November 2018 08:11:40
Perdana, Taman Desa Muara Dilam Teluk Sakti Rantau Bertuah Digunakan Masyarakat Untuk Prosesi Perlimauan Pernikahan
 Rabu, 14 November 2018 12:11:09
Sang Alang Rilis Lagu "Sontoloyo" yang Bernuansa Karnaval
 Minggu, 11 November 2018 10:11:47
Taman Bunga Direplika Istana Kesultanan Indragiri Mulai ramai Dikunjungi
 Kamis, 11 Oktober 2018 12:10:19
Plt Gubernur Riau Terima Sertifikat WBTB dari Mendikbud
 Minggu, 30 September 2018 01:09:29
Cintai Budaya Melayu Melalui Lagu
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca