Rupiah Melemah, Ini Saran Sandiaga Uno
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 05 September 2018 08:09:59
Rupiah Melemah, Ini Saran Sandiaga Uno
KETERANGAN GAMBAR :
Sandiaga Uno/ Foto Internet

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO  -  Nilai tukar rupiah jatuh semakin dalam terhadap dolar Amerika Serikar (AS). Di mana, dolar sempat menyentuh level Rp15.000 pada Selasa (4/9/2018) sore. 

Menurut bakal calon wakil presiden Republik Indonesia,  Sandiaga Uno,  kondisi mata uang Paman Sam yang semakin perkasa itu harus diwaspadai bersama."Ini saatnya kita bersatu untuk membantu pemerintah.  Jangan lihat ini sebagai urusan politik dan ekonomi,  tapi pikirkan karena dampaknya ini akan terasa segera," kata Sandiaga yang juga seorang pengusaha sukses di Indonesia ini, ketika ditemui usai prosesi tepuk tepung tawar,  Selasa (4/9/2018).

Seiring penguatan dolar,  lanjut Sandi,  harga-harga kebutuhan hidup akan melonjak naik. Belum lagi bayang-bayang krisis akan menerpa perusahaan-perusahaan yang produksi dan hutangnya dalam hitungan kurs dolar.

"Perusahaan-perusahaan akan mulai terhimpit karena dolar. Kita perlu bantu supaya tidak sampai PHK," ujarnya.Ia pun menyarankan pemerintah untuk berhemat dan melakukan efisiensi terhadap penggunaan anggaran. Kemudian,  kata Sandi, pemerintah harus ada upaya untuk mengkampanyekan cinta produk dalam negeri.

 "Kurangi pemborosan di pemerintahan.  Moneter, saatnya kita meningkatkan suku bunga. Kita nggak usah bahas politik,  kita bantu pemerintah," tuturnya.  **mcr/urc

 
INFO TERKAIT 
 Sabtu, 22 September 2018 12:09:17
Bank Dunia pastikan Indonesia aman dari krisis ekonomi
 Jumat, 21 September 2018 03:09:19
Pemkab Meranti Komit Ciptakan Interpreniur Muda Berdaya Saing
 Kamis, 20 September 2018 05:09:09
Sekda Meranti Buka Rakor ULP se-Provinsi Riau
 Senin, 17 September 2018 06:09:36
Jatah Dikurangi 50 Persen, LPG 3 Kg Langka di Rohul
 Sabtu, 15 September 2018 11:09:42
DPR Minta Bentuk Badan Pangan Nasional
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca