Dua Remaja Pelaku Penganiaya Divonis 10 Tahun Penjara
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 04 Oktober 2018 05:10:04
Dua Remaja Pelaku Penganiaya Divonis 10 Tahun Penjara
KETERANGAN GAMBAR :

UTUSANRIAU, BENGKALIS – Pengadilan Negeri Bengkalis kelas II  akhiri sidang merathon  kasus pembunuhan berencana dua anak di bawah umur, Kamis (4/10/2018). Hakim menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada keduanya.

Sidang ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis Zia Ul Jannah SH dan dua hakim anggota Wimmi D Simarmata SH, Aulia Fhatma Widhola SH dan ‎JPU Eriza Susila SH‎.

Kuasa hukum kedua terdakwa Farizal SH mengatakan kedua terdakwa JL (17) dan RDSH (16) mendengar putusan hakim di vonis 10 tahun penjara masih fikir-fikir. "Terdakwah masih fikir-fikir atas vonis yang ditetapkan hakim," ujar Farizal.

Pelaku pembunuhan sadis dengan menggunakan pisau yakni JL (17) dan RDSH (16) dengan korban  Trio Sutrisno S (21) diputus majelis hakim 10 tahun penjara sama persis dengan tuntutan JPU.

Sehari sebelumnya Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bengkalis Iwan Roy Charles B SH MH saat menjelaskan pasal yang didakwa untuk JL dan RDSH.

“Pasal yang didakwakan primer Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, tentang Pembunuhan, ancamannya hukuman mati. Dalam sistem pengadilan anak, hanya dapat setengah dari ancaman hukuman orang dewasa,” kata Iwan Roy Charles.

Hitungan hukuman 10 tahun penjara berdasarkan pengecualian yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. “Kalau terbukti dan divonis hukuman mati atau hukuman seumur hidup, maka yang dikenakan adalah setengahnya, yakni hukuman penjara 10 tahun. Di undang-undang tertera seperti itu, jadi dipastikan terdakwa tidak dihukum mati, meski dia terbukti dalam persidangan,” ujar Roy.

Peristiwa ini berawal, pada hari Jum’at 25 Mei 2018 lalu, JL dan RDSH mengajak minum tuak kepada korban di PT. Adei Desa Semunai. Setelah sama-sama minum sekitar 30 menit, JL memberi isyarat kepada RDSH untuk membunuh korban.

RDSH jawab kepada JL“terserah mulah” ,sehingga JL menikam korban di kepala bagian belakang korban, dengan sebilah pisah dapur yang sudah disiapkan.

Saat itu, korban sempat minta tolong kepada pelaku, dengan iba RDSH mengajak JL, agar korban bisa segera dibawa ke rumah sakit. Tapi JL tidak merespon, dan bahkan JL menikam kembali korban di belakang kepala korban.

Mengakibatkan, sekitar 5 menit kemudian, korban tumbang bersimpah darah, dan tewas seketika. Selanjut dalam keadaan korban tewas, JL merogoh saku celana korban, dan mengambil 15 ribu dan sekaligus mengambil kunci sepeda motor milik korban.

Selanjutnya, oleh kedua pelaku, jasad korban dibawa dalam kebun sawit dan diletakkan atas pelepah daun kelapa sawit dan ditutupi daun kelapa sawit.

Setelah merasa aman, kedua remaja ini, langsung pergi meninggalkan jasad korban kearah Pekanbaru dan masuk di Simpang Intan, Desa Tenggganau menuju ke Kayu Api Desa Beringin. (yul)

 

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 12 Desember 2018 03:12:42
Serahkan Diri Ke Polisi, Dua Warga Rupat Akui Membawa TKI Yang Tenggelam
 Rabu, 12 Desember 2018 02:12:04
Terdakwa Penipuan Yetti Nizar Diputus Bebas
 Rabu, 12 Desember 2018 08:12:25
Palsukan SKGR, Hinsatopa Diadili Tanpa Didampingi Kuasa Hukum
 Rabu, 12 Desember 2018 08:12:12
Bunuh Mantan Majikan, Hakim Vonis Koko Penjara Seumur Hidup
 Senin, 10 Desember 2018 02:12:31
Tunggu Audit BPK-P, Jaksa Akan Umumkan Tersangka Kasus Tipikor Dana Operasional KMP T Gemilang
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca