Tersangka Hoax, Ratna Sarumpaet Ditangkap di Bandara Soeta
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Jumat, 05 Oktober 2018 08:10:26
Tersangka Hoax, Ratna Sarumpaet Ditangkap di Bandara Soeta
KETERANGAN GAMBAR :
Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya (detikcom)

UTUSANRIAU.CO - Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka hoax penganiayaan. Ratna disangkakan dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE.

"UU Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE," kata Kasubdit Jatanras AKBP Jerry Siagian saat dimintai konfirmasi, Kamis (4/10/2018).

Ratna menjadi tersangka setelah polisi menerima laporan soal hoax penganiayaan. Ratna memang mengakui kebohongannya setelah polisi membeberkan fakta-fakta dugaan isu penganiayaan.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto sebelumnya menyebut ada sejumlah laporan yang diterima Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri soal hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Ratna Sarumpaet tiba di Polda Metro Jaya setelah diamankan di Bandara Soekarno-Hatta. Ratna disebut telah berstatus sebagai tersangka.

Dilansir dari detik.com, Ratna turun dari mobil polisi yang membawanya dari bandara pada pukul 22.34 WIB. Ratna masuk ke gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Ratna mengaku dikirim Dinas Pariwisata DKI Jakarta ke Chile untuk menjadi pembicara suatu acara konferensi penulis internasional.

Ratna diamankan saat sudah duduk di dalam pesawat. Kabag Humas dan Tata Usaha Ditjen Imigrasi Agung Sampurno mengatakan ada permintaan pencegahan dari Polda Metro Jaya atas nama Ratna, tetapi belakangan polisi menyebut Ratna berstatus tersangka.

Sebelumnya, Ratna mengaku berbohong mengenai penganiayaan. Polri juga membeberkan temuan fakta yang menyanggah pernyataan-pernyataan terkait Ratna soal penganiayaan.

Perkara kebohongan Ratna pun berlanjut pada pelaporan ke kepolisian. Ratna dan sejumlah orang dilaporkan terkait dugaan penyebaran hoax penganiayaan Ratna. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyebut mereka yang terlapor di antaranya Fadli Zon dan Dahnil Anzar Simanjuntak.

Setyo menyebut penyebar hoax bisa dijerat dengan Pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau UU ITE. (Rik)

 
INFO TERKAIT 
 Jumat, 14 Juni 2019 09:06:26
Kejar Kejaran Polres Pelalawan Tangkap Bandar Narkoba
 Rabu, 12 Juni 2019 19:15:45
Kajari Pekanbaru Sertijab Tiga Jabatan Kasi
 Senin, 10 Juni 2019 20:35:29
Dua Hakim Terbaiknya Pindah Tugas, Ketua PN Pekanbaru Terharu
 Sabtu, 01 Juni 2019 11:06:57
Berboncengan Berupaya Mendahului Truck Balak Prancis Korban Tabrak Lari
 Kamis, 30 Mei 2019 11:05:39
Tiga Kades Dipanggil Jaksa Terkait Penggunaan Dana PPIDK 2015
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca