Aparat Demo Kejari dan Polres Rohul Desak Kades Suka Maju Diperiksa
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 11 Oktober 2018 05:10:59
Aparat Demo Kejari dan Polres Rohul Desak Kades Suka Maju Diperiksa
KETERANGAN GAMBAR :
aksi demo Aparat menuntut Kades suka maju diperiksa

UTUSANRIAU.CO, PASIRPENGARAIAN - Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (APARAT) menggelar aksi demo di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kamis (11/10/2018). Massa mendesak Kepala Desa Suka Maju, Indra Admaja untuk diperiksa terkait dugaan pungli penjualan tanah R dan tanah fasilitas umum desa Suka Maju Tambusai.

Koordinator aksi demo yang mengatasnamakan Aliansi Aparat,  Budiman Lawa mengatakan yang menjadi tuntutan dari mahasiswa yang mengatas namakan aparat pertama mendesak Kapolres dan Kajari Rohul segera mengeksekusi Kades Suka Maju, Indra Admaja yang terlibat atau melibatkan diri dalam permasalahan dugaan pungli penjualan tanah untuk segera diadili sesuai undang-undang yang berlaku secara intensif demi menyelamatkan masyarakat dari markus-markus yang berkeliaran di desa suka maju.

Kedua aliansi aparat meminta usut tuntas dana UED Suka Maju yang digunakan untuk membayar cicilan los pasar tempat berjualan pasar mingguan yang gagal difungsikan.

Ketiga meminta usut tuntas pengadaan kebenaran pengadaan sertifikat tanah R desa suka maju yang telah dikutif sebagai dana pengurusan sertifikat lebih kurang Rp2 juta per sifikat.

"Aliansi Aparat mengecam Kejari dan Polres Rohul jika tuntutan tersebut tidak ditindak lanjuti akan melakukan aksi yang lebih besar karena kepala desa suka meju sudah merugikan masyarakat suka maju," katanya.

Aksi ini disambut langsung oleh Kasi Intelijen, Ade Maulana bersama dua anggota bidang Intelijen Kejari Rohul.

Sementara  Kades Suka Maju Tambusai,  Indra Admaja (11/10) mengatakan akan mengikuti proses hukum jika dari aksi mahasiswa tersebut terbukti bersalah. Karena pelaksanaan kegiatan tersebut sudah sesuai dengan kesepakatan melalui musyawarah desa yang diketahui pemerintah dan Dinas Transmigrasi, Camat Tambusai, Babinsa, Babinkamtibmas,  pemerintah Desa Suka Maju, dan termasuk masyarakat.

Menurutnya apa yang dilakukan di desanya tidak menyalahi aturan dan melanggar undang - undang. Karena sudah melalui kesepakatan. "Terkait aksi dari mahasiswa tersebut kita menduga ditunggangi dengan kepentingan pribadi dan politik," ucapnya.

Dia mengakui bahwa aksi tersebut sudah tidak sesuai dengan kepentingan umum melainkan hanya untuk kepentingan sekelompok orang maupun perorangan "Meski demikian Saya  akan mematuhi proses hukum jika nanti dipanggil oleh pihak kejaksaan maupun pihak kepolisian," pungkasnya.(Ar)

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 12 Desember 2018 03:12:42
Serahkan Diri Ke Polisi, Dua Warga Rupat Akui Membawa TKI Yang Tenggelam
 Rabu, 12 Desember 2018 02:12:04
Terdakwa Penipuan Yetti Nizar Diputus Bebas
 Rabu, 12 Desember 2018 08:12:25
Palsukan SKGR, Hinsatopa Diadili Tanpa Didampingi Kuasa Hukum
 Rabu, 12 Desember 2018 08:12:12
Bunuh Mantan Majikan, Hakim Vonis Koko Penjara Seumur Hidup
 Senin, 10 Desember 2018 02:12:31
Tunggu Audit BPK-P, Jaksa Akan Umumkan Tersangka Kasus Tipikor Dana Operasional KMP T Gemilang
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca