Kurang Tidur Buat Pasangan Jadi Malas Bercinta
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Kamis, 18 Oktober 2018 08:10:35
Kurang Tidur Buat Pasangan Jadi Malas Bercinta
KETERANGAN GAMBAR :
kurang tidur, ilustrasi

UTUSANRIAU.CO - Kurang tidur tak cuma memengaruhi kesehatan, tingkat stres, dan kecemasan.  Selain kesehatan secara umum, kurang tidur juga bisa memengaruhi kehidupan seks seseorang.

Hasil studi dari National Sleep Foundation, bahwa orang dewasa biasanya membutuhkan antara tujuh hingga sembilan jam durasi untuk tidur di malam hari. Faktanya, banyak orang dewasa yang hanya tidur kurang dari tujuh jam setiap malam. 

Hal ini membuka peluang penyakit yang berasal dari fisik bahkan mental seorang yang memiliki durasi tidur yang tidak cukup. Kurangnya durasi tidur dapat mempengaruhi suasana hati, kepribadian seseorang atau depresi, hal ini berdampak pada kehidupan seks seseorang.

Gejala seperti insomnia atau kurangnya waktu tidur, kecemasan yang menyebabkan depresi merupakan disfungsi seksual. 

Jika tubuh kurang istirahat secara maksimal, secara tidak langsung membuat otak menekan hormon seks kortisol yang fungsinya memproduksi hormon estrogen dan testosteron pada manusia.  Proses ini menurunkan dorongan seks, infertilitas atau disfungsi ereksi.

Hubungan antara kurangnya durasi tidur dan seks, umumnya terjadi pada wanita. Efek kehamilan, proses pascamelahirkan, dan menopause merupakan penyebab utama menurunnya minat wanita dalam seks karena kelelahan, depresi dan insomnia.

Mengutip Psychology Today, Penelitian yang dilakukan di University of Michigan Medical School (2015) tidak jauh berbeda, bahwa semakin lama durasi tidur malam, semakin mereka akan semakin tertarik dengan seks di hari berikutnya. 

Sebaliknya semakin singkat durasi tidur manusia, akan berpengaruh pada setiap aspek kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Dengan durasi tidur yang cukup akan memperbaiki kehidupan seks, sehingga hal ini dapat menurunkan penyakit fisik dan mental yang terjadi pada jutaan manusia. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa seks sebelum tidur dapat membantu kualitas tidur. Hal ini disebabkan oleh hormon endorfin yang dilepaskan ketika seks. Manfaat dari hormon endorfin adalah meredakan kecemasan dan membuat tubuh rileks. Seks juga melepaskan hormon oksitosin, atau hormon yang biasa disebut dengan hormon "cinta". 

"Hormon oksitosin bertindak sebagai obat penenang untuk mengurangi waktu yang diperlukan saat tidur," kata Michele Lastella, PhD, seorang ilmuwan dari Central Queensland University di Adelaide, Australia.

Michele menyurvei terhadap 460 orang dewasa yang berusia antara 18-70 tahun, para peserta ditanya tentang kehidupan seks mereka. Sebanyak 64 persen responden mengatakan bahwa mereka bisa tidur lebih baik setelah bercinta sebelum tidur. 

Kemungkinan dengan lepasnya hormon oksitosin dan endorfin sebelum tidur, membuat tubuh menjadi lebih maksimal ketika istirahat yang mempengaruhi kualitas tidur dan bekerja pada esok hari. Sehingga stress dapat diatasi mulai dari durasi tidur Anda. (Rik)

Sumber: cnnindonesia.com

 
INFO TERKAIT 
 Minggu, 20 Januari 2019 11:01:34
Predikat RSUD Rokan Hulu Akreditasi Tingkat Madya
 Kamis, 17 Januari 2019 09:01:40
Tingkatkan Pelayanan, Rumah Sakit Swasta Harus Terakreditasi
 Rabu, 05 Desember 2018 07:12:52
Sekda Meranti Ajak Masyarakat Jadi Pendonor Bantu Pasien yang Membutuhkan
 Selasa, 27 November 2018 02:11:36
Sekdaprov Riau Menyayangkan Aksi Mogok Dokter Spesialis RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
 Senin, 26 November 2018 11:11:30
Drg ER Nainggolan, MARS Terpilih Kembali Ketum PERMATA Periode 2018 - 2021
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca