TNI AL Gagalkan Penyelundupan 10 Ribu Benih Lobster
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 22 Oktober 2018 09:10:35
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 10 Ribu Benih Lobster
KETERANGAN GAMBAR :
ilustrasi

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Tim Patroli Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai menggagalkan penyelundupan sekitar 10.000 ekor benih lobster di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

"Lokasinya di pelabuhan rakyat," kata Perwira Pelaksana Lanal Dumai Letkol Laut (KH) Saiful Simanjuntak kepada Antara di Pekanbaru, Minggu (21/10/2018) dilansir dari antarariau.com.

Barang bukti benih lobster itu kini berada di Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pekanbaru.

Bibit lobster itu saat disita berada di dalam sekitar 54 kantong plastik panjang di lima kotak berpendingin es dari bahan sterofoam.

Satu plastik diperkirakan berisi 200 ekor bibit lobster usia sekitar tiga minggu jenis lobster pasir. "Total barang bukti mencapai sekitar 10.000 ekor bibit lobster," katanya.

Tim Patroli F1QR Lanal Dumai menggagalkan penyelundupan bibit lobster tersebut pada Sabtu, 20 Oktober pukul 07.30 WIB. Pelaku berhasil melarikan diri dan meninggalkan lima kotak pendingin berisi bibit lobster di dermaga rakyat Sungai Piring Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan pengembangan informasi bahwa akan ada pengiriman bibit lobster dari Provinsi Jambi ke Riau lewat jalur darat. Sekitar 10.800 ekor bibit lobster itu oleh pelaku rencananya diselundupkan ke luar negeri menggunakan kapal cepat.

Namun, pelaku yang menggunakan kapal cepat berhasil kabur. "Bibit lobster tersebut oleh pelaku diduga akan diselundupkan ke Singapura," katanya.

Diduga Riau hanya menjadi daerah transit dan pintu keluar penyelundupan bibit lobster. Bibit lobster itu diduga akan diselundupkan ke Singapura, kemudian ke Vietnam.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang gencar memerangi penyelundupan benih lobster ke Vietnam. Bisnis ekspor ilegal komoditas ini memberi keuntungan berlipat bagi Vietnam, namun mematikan nelayan Indonesia.

Larangan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 mengenai Larangan Penangkapan Dan/Atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari Wilayah NKRI.

Ekspor lobster yang diizinkan apabila beratnya sudah lebih dari 200 gram. Lobster yang sedang bertelur juga dilarang untuk dijual.

Pelaku yang melanggar aturan itu akan dijerat dengan pidana penjara maksimal lima tahun. (Rik)

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 10 Desember 2018 02:12:31
Tunggu Audit BPK-P, Jaksa Akan Umumkan Tersangka Kasus Tipikor Dana Operasional KMP T Gemilang
 Sabtu, 08 Desember 2018 10:12:49
Hakim Vonis Tiga Terdakwa Korupsi Danau Buatan Rohil 4 Tahun Penjara
 Jumat, 07 Desember 2018 09:12:43
GAKKUM LHK Amankan Sudigdo dan 3 Alat Berat Rambah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu
 Jumat, 07 Desember 2018 11:12:26
Kejati Riau Selamatkan Kerugian Negara Rp16 Miliar dari Perkara Korupsi
 Kamis, 06 Desember 2018 10:12:53
Jaksa Belum Siap, Sidang Kasus Sabu 55 kg Ditunda
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca