Kejari Pelalawan Musnahkan BB dari 102 Perkara
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 23 Oktober 2018 02:10:06
Kejari Pelalawan Musnahkan BB dari 102 Perkara
KETERANGAN GAMBAR :
Pemusnahan Barang Bukti oleh Kejari Pelalawan

UTUSANRIAU.CO, PANGKALAN KERINCI- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan memusnahkan barang bukti daro 102 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap periode April 2017 hingga Oktober 2018. Pemusnahan dengan cara membakar dan memotong barang bukti dilakukan di halaman kejaksaan Pelalawan, Selasa (23/10/2018).

Kepala Kejari Pelalawan, Tety Syam SH MH mengatakan barang bukti yang dimusnahkan dan prosedur pemusnahan di hadapan Bupati Pelalawan diwakili Asisten Pemerintahan Setdakab Pelalawan, H Zulhelmi MSi Ketua Pengadilan Negeri Pelalawan Nelson Angkat SH MH, Kapolres diwakili Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SIk dan kasat narkoba Iptu Romi Irwansyah SH MH, Kepala BNNK AKBP Andi Salamon SH MH, Insan Pers beserta jajaran kejaksaan.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan telah berkekuatan hukum tetap sejak
Periode april 2017 sampai oktober 2018. Barang bukti yang dimusnahkan dari 102 berkas perkara. Perkara itu terdiri dari perkara TPUL  11  berkas ganja berat 195,36 gram. Perkara TPUL  61 berkas shabu shabu berat 85,9 gram. Perkara TPUL  2 berkas extacy berat 44,35 gram 134 butir. Perkara TPUL Kehutanan dan Perkebunan 7 berkas. Senjata api dan peluruh 1 berkas. Perkara Oharda 18 berkas perkara. Perkara Kamtibum 3 berkas perkara.

Sementara itu Kasipidum Kejari Pangkalan Kerinci, Agus Kurniawan SH MH menambahkan  bahwa pemusnahan barang bukti termasuk narkotika bukan seremonial belaka, namun lebih kepada bentuk kepedulian akan bahaya penyalahgunaan narkoba yang meracuni generasi penerus bangsa.
“Narkotika merusak generasi bangsa, mari bersama kita satukan langkah memberantas peredaran Narkoba,” ujar Agus.

Dikatakan, narkoba dapat merusak fungsi otak, menghilangkan kesadaran, mengubah daya presepsi dan halusinasi. “Narkoba jika di gunakan terus menerus akan menyebabkan ketergantungan. Terjadi gangguan pada sistem syaraf dan pengecilan hati. Ini sangat mempengaruhi terhadap pengguna narkoba, selain gangguan lainnya. Penyalahgunaan Narkoba sangat berbahaya, jika terjadi over dosis dapat mengakibatkan kematian, ” tegas Agus.

Dari perkara yang ada dominan narkoba, 73 barkas perkara dari 102 berkas perkara yang dilakukan pemusnahan barang bukti yang berkekuatan hukum. (ep)

 

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 10 Desember 2018 02:12:31
Tunggu Audit BPK-P, Jaksa Akan Umumkan Tersangka Kasus Tipikor Dana Operasional KMP T Gemilang
 Sabtu, 08 Desember 2018 10:12:49
Hakim Vonis Tiga Terdakwa Korupsi Danau Buatan Rohil 4 Tahun Penjara
 Jumat, 07 Desember 2018 09:12:43
GAKKUM LHK Amankan Sudigdo dan 3 Alat Berat Rambah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu
 Jumat, 07 Desember 2018 11:12:26
Kejati Riau Selamatkan Kerugian Negara Rp16 Miliar dari Perkara Korupsi
 Kamis, 06 Desember 2018 10:12:53
Jaksa Belum Siap, Sidang Kasus Sabu 55 kg Ditunda
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca