Komplikasi Diabetes Picu Disfungsi Seksual
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Selasa, 30 Oktober 2018 08:10:46
Komplikasi Diabetes Picu Disfungsi Seksual
KETERANGAN GAMBAR :
ilustrasi

UTUSANRIAU.CO - Penyakit diabetes dikenal memiliki banyak komplikasi pada beberapa bagian tubuh. Selain jantung, ginjal, mata, dan kaki, diabetes juga memengaruhi masalah seksual.

Pada pria, diabetes bisa mengakibatkan gangguan ereksi. Sementara pada wanita, diabetes berpotensi menyebabkan keputihan.

"Ini gejala yang tidak klise. Diabetes dapat menyebabkan masalah seksual. Gangguan seksual ini juga bisa menjadi tanda Anda memiliki diabetes," kata ahli penyakit dalam, dr Dante Saksono dalam diskusi bersa Novo Nordisk di Jakarta, Rabu (24/10).

Dante menjelaskan, pada pria, diabetes bisa menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi. Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan pria mencapai dan mempertahankan ereksi yang sempurna sehingga aktivitas seksual tak memuaskan.

Pada orang diabetes, aliran darah sering kali tersumbat, termasuk di bagian alat kelamin pria. Alhasil, saat berhubungan seksual, darah tak bisa mengalir dengan sempurna dan membuat kemampuan ereksi berkurang.

"Penelitian menemukan, diabetes dapat membuat kemampuan ereksi seseorang 10 tahun lebih tua dari usia sebenarnya," tutur Dante.

Sebagai seorang dokter, Dante sendiri kerap menemui pasien terindikasi diabetes yang mengeluhkan disfungsi ereksi. Menurutnya, pada stadium awal, disfungsi ereksi bisa diobati, tapi tak bisa diatasi jika sudah berada pada tahap lanjut.

Sementara itu, pada perempuan, diabetes menyebabkan vaginitis atau keputihan. Hal ini terjadi lantaran pada orang diabetes, saraf di area intim ikut terganggu.

Dante menyebut, keputihan ini dapat mengakibat infeksi yang berujung pada lubrikasi yang kurang saat berhubungan seksual.

"Jadinya saat berhubungan seksual menjadi kering dan sering sakit," ujar Dante.

Diabetes serta disfungsi ereksi dan vaginitis ini dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan seimbang, diet yang seimbang, dan olahraga teratur. (Rik)

Sumber: cnnIndonesia.com

 
INFO TERKAIT 
 Minggu, 20 Januari 2019 11:01:34
Predikat RSUD Rokan Hulu Akreditasi Tingkat Madya
 Kamis, 17 Januari 2019 09:01:40
Tingkatkan Pelayanan, Rumah Sakit Swasta Harus Terakreditasi
 Rabu, 05 Desember 2018 07:12:52
Sekda Meranti Ajak Masyarakat Jadi Pendonor Bantu Pasien yang Membutuhkan
 Selasa, 27 November 2018 02:11:36
Sekdaprov Riau Menyayangkan Aksi Mogok Dokter Spesialis RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
 Senin, 26 November 2018 11:11:30
Drg ER Nainggolan, MARS Terpilih Kembali Ketum PERMATA Periode 2018 - 2021
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca