DPR Tunggu DIM RUU Ponpes dan Penag
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 31 Oktober 2018 08:10:43
DPR Tunggu DIM RUU Ponpes dan Penag
KETERANGAN GAMBAR :
Anggota F-PPP DPR RI, Achmad Baidowi alam diskusi Forum Legislasi bertem ‘RUU Pondok Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

UTUSANRIAU.CO, JAKARTA - Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Achmad Baidowi mengatakan hingga saat ini DPR masih menunggu pemerintah mengirim Daftar Inventaris Masalah (DIM) RUU tentang Pondok Pesantren dan Pendidikan Keagamaan (Ponpes dan Penag). RUU ini merupakan inisiatif dewan untuk kemudian dibahas bersama.

“DPR menunggu tanggapan pemerintah untuk segera mengirimkan DIM," katanya dalam diskusi Forum Legislasi bertem ‘RUU Pondok Pesantren dan Pendidikan Keagamaan’ di Media Center DPR, Selasa (30/10/2018).

Baidowi yang juga anggota Panja RUU Ponpes dan Penag menjelaskan bahwa RUU ini sebenarnya telah diusulkan F-PPP  sejak 2015 dan telah disetujui dalam rapat paripurna, 16 Oktober lalu, dengan usulan draft RUU Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

"Pada pembahasan di Baleg (Badan Legislasi) anggota dari fraksi lainnya dan dari agama non-muslim mengusulkan, agar RUU tersebut mengatur pendidikan semua agama yang diakui oleh negara Indonesia, bukan hanya Islam," katanya.

Politisi PPP yang akrab disapa Awiek ini mengatakan pada pembahasan selanjutnya di Baleg DPR, kemudian dirombak dengan mengakomodasi pendidikan agama dari agama lainnya diganti menjadi RUU Pondok Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. "Nama pendidikan keagamaan, isinya mengakomodasi pendidikan keagamaan dari semua agama yang diakui negara Indonesia, " katanya.

Jeirry Sumampow meminta Pemerintah dan DPR  membuka ruang dan diskursus yang sehat serta rasional mengenai pembahasan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Langkah tersebut  untuk menghindari regulasi itu mengganggu kebebasan beragama kelompok agama lain

Menurutnya sekarang ini beredar luas dan viral di media online dan media sosial draft RUU Ponpes dan Penag. "Itu menimbulkan polemik dan bahkan keresahan di kalangan umat beragama, khususnya umat Kristen. Banyak orang Kristen bingung dan bertanya-tanya," tutur aktivis Kristen dan Lintas Agama itu. (bam)

 
INFO TERKAIT 
 Rabu, 29 Mei 2019 17:05:45
Belasan Guru Honorer Temui Gubri Minta THR
 Senin, 20 Mei 2019 11:05:56
Sistem Rayon Ciptakan Seluruh Sekolah Berkualitas
 Senin, 20 Mei 2019 11:05:35
IKA SMANSA Tembilahan Hulu Adakan Pemberian Takjil Selama Ramadan 1440 H
 Jumat, 10 Mei 2019 03:05:31
Meningkatkan Ke Imanan Siswa.SDN 50 Gelar Pesantren Kilat
 Jumat, 10 Mei 2019 03:05:40
SDN 04 Menerapkan Pendidikan Karakter di Bulan Suci Ramadhan ke Siswa
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca