Penyebab Orang Indonesia Telat Memulai Hidup Sehat
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 31 Oktober 2018 09:10:45
Penyebab Orang Indonesia Telat Memulai Hidup Sehat
KETERANGAN GAMBAR :
ilustrasi

UTUSANRIAU.CO – Menjalani pola hidup sehat penting dilakukan sejak dini. Hal itu untuk mencegah risiko terjadi penyakit  terutama ketika memasuki usia lanjut.

Sayangnya, kesadaran akan hidup sehat masyarakat Indonesia masih minim. Hal ini terlihat dari hasil survei yang dirilis oleh Herbalife Nutrition, baru-baru ini. Responden dari survei itu mayoritas mengatakan bahwa usia 40 hingga 45 tahun merupakan masa yang tepat untuk memulai menjalani hidup sehat.

"Sebanyak 6 dari 10 orang menyebut bahwa usia 40 hingga 45 tahun adalah usia yang tepat untuk menjalani pola hidup sehat," kata Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi di Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Sementara empat dari 10 orang menyatakan tidak perlu menjalani pola hidup sehat karena mereka merasa sehat. Namun, ahli kesehatan otak dan penuaan di The University of California, Los Angeles (UCLQ), Prof Garry Small menjelaskan bahwa enam dari 10 responden memberikan jawaban tersebut lantaran pada usia 40-an, baru merasakan tanda-tanda penuaan.

"Mungkin di usia ini kita baru merasakan tanda tanda menua. Luka tidak bisa sembuh dengan cepat, rambut berubah warna. Kalau mereka menemukan hal itu di tubuh, mereka baru menyadari bahwa mereka menua," katanya.

Padahal, dia menjelaskan, menjalani gaya hidup sehat bisa dimulai sejak dini. Dia menyarankan, memulai gaya hidup sehat sejak kanak-kanak. "Tapi tidak ada kata terlambat untuk memulai," ujarnya.

Dan hal yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga asupan nutrisi dan mengatur porsi makan. Dia juga menganjurkan untuk mengonsumsi minyak ikan yang berfungsi untuk mencegah peradangan (anti-inflamasi) di dalam tubuh.

Selain itu, penting mengonsumsi buah dan sayuran lantaran keduanya kaya antioksidan yang bisa mengurangi stres. Di samping itu, menghindari makanan yang diproses lantaran tidak baik untuk jantung dan otak. (Rik)

Sumber: Viva.co.id

 
INFO TERKAIT 
 Jumat, 16 August 2019 03:08:55
Peduli Dampak Asap Karlahut Polres Pelalawan Berikan Penyuluhan dan Bagikan Masker
 Senin, 12 August 2019 02:08:47
Diduga Dokter Salah Memberikan Resep Obat,, Aidil Ikram di Rawat di RSUD Bengkalis
 Selasa, 30 Juli 2019 17:25:10
Kabut Asap, Diskes Riau Sebut Warga Mulai Terserang ISPA
 Rabu, 24 Juli 2019 01:07:32
TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) Pulau Rupat Kab. Bengkalis Berlangsung Sukses Masyarakat Puas
 Selasa, 23 Juli 2019 06:07:00
Teh Herbal Anti Oksidan Karya Mahasiswa Unri
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca