Dana Tidak Cair, Poktan Inhu Mengadu ke Dewan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 31 Oktober 2018 06:10:09
Dana Tidak Cair, Poktan Inhu Mengadu ke Dewan
KETERANGAN GAMBAR :
ilustrasi

UTUSANRIAU.CO, RENGAT - Kelompok Tani (Poktan) di Inhu merasa kesal karena tak kunjung bisa mencairkan dana bantuan yang mereka dapatkan dari sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Sehingga mengadukannya ke DPRD Inhu.

Ketua Poktan Makmur Karya Bersama dari Desa Kuantan Tenang Kecamatan Rakit Kulim, mengatakan dana tersebut sudah ada di rekening kelompok tani. Tetapi untuk pencairannya harus mendapatkan persetujuan atau rekomendasi dari Dinas Pertanian dan Peternakan.  "Rekomendasi tersebut tak kunjung diberikan oleh dinas," ucapnya saat mengadu ke DPRD Inhu.

Hal serupa juga diungkapkan Jarno dari Kelompok Tani Sejahtera Tani Rakit Kulim. "Kami belum bisa bekerja karena dana tertahan di rekening tak boleh dicairkan,"  tegasnya.

Atas pengaduan ke DPRD Inhu tersebut, pihak legislatif telah mengundang Dinas Pertanian dan Peternakan Inhu untuk menjelaskan alasan permasalahan tersebut. Hearing ini dilakukan menindak lanjuti pengaduan poktan terkait tidak cairnya dana bantuan yang bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) yang masuk ke rekening Poktan tahun 2018.

Dana tersebut seyogyanya akan digunakan untuk kepentingan Poktan untuk membangun berbagai fasilitas pertanian oleh Poktan, kata Nopriadi SE Ketua Komisi ll DPRD lnhu kepada wartawan di kantor DPRD Inhu.

“Namun dinas terkait (Distankan) tidak mau memberikan rekomendasi untuk mencairkan dana tersebut,” sambungnya.

Pihaknya sudah memanggil dan mengundang Distankan Inhu untuk hearing guna mengetahui apa alasan tidak mau mencairkan dana tersebut. “Namun setelah dua kali diundang mereka tidak mau datang, dan kita tidak tau apa alasan mereka tidak datang,” ujarnya.

Panggilan pertama dilakukan Kamis (25/10/2018) lalu. "Tapi mereka tidak datang, dan hari Senin (29/10) juga dilakukan pemanggilan kembali mereka juga tidak datang," ungkapnya.

Dikatakan politisi PAN ini, kedatangan Dinas Pertanian dan Peternakan sangat diperlukan untuk menjelaskan kepada DPRD dan juga masyarakat, apa yang menjadi alasan tidak diberikannya rekomendasi pencairan dana tersebut kepada kelompok tani, padahal pemerintah pusat sudah mengirimkan dana bantuan.

Kelompok tani berasal dari beberapa desa dan kecamatan di Inhu di antaranya Desa Kuala Mulya, Tanjung Sari, Sukajadi, dan Pulau Jumat di Kuala Cenaku. Desa Teluk Sejua, Dusun Tua dan Dusun Tua Pelang di Kelayang, dan Desa Kuantan Tenang di Rakit Kulim.

Menurut kelompok tani tersebut dari total dana Rp2,6 miliar yang diberikan pusat tersebut dipergunakan untuk pembangunan di antaranya irigasi air tanah dangkal atau dalam, pembuatan jalan usaha tani, pembangunan pintu air, pembangunan embung, pembangunan long strong, dan semuanya untuk memperlancar usaha pertanian masyarakat.

"Sampai saat ini kami tidak mengerti apa yang dilakukan oleh dinas pertanian tersebut, padahal petani sangat membutuhkannya. Kemarin juga bantuan hand traktor ditarik kembali oleh pusat karena juga tidak mendapatkan rekomendasi dari dinas," ucap Novri. (das)

 

 
INFO TERKAIT 
 Minggu, 18 November 2018 08:11:05
Disperindag Rohul Sebut Harga Elpiji 3 Kg Ditingkat Pengecer Hanya Boleh Naik Maksimal 3 Ribu
 Sabtu, 17 November 2018 09:11:20
Realisasi Dana Transfer Riau Triwulan III Sebesar Rp16,57 Triliun
 Sabtu, 17 November 2018 09:11:00
Pengembalian Kelebihan Bayar Kegiatan Belum Tutupi Defisit
 Kamis, 15 November 2018 02:11:57
Sanksi Pajak DKI Dihapuskan Berlaku Sebulan Mulai Hari Ini
 Selasa, 13 November 2018 04:11:02
RAPBD Inhu 2019 Sebesar Rp1,2 Triliun Diajukan ke DPRD
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca