Menaker Doakan Pekerja Migran yang Dieksekusi Mati di Arab Saudi
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 31 Oktober 2018 06:10:21
Menaker Doakan Pekerja Migran yang Dieksekusi Mati di Arab Saudi
KETERANGAN GAMBAR :
Menaker, M Hanif Dhakiri

UTUSANRIAU.CO, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri memprotes keras eksekusi hukuman mati yang menimpa Tuty Tursilawati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi, Senin (29/10/2018) lalu.
Meski kewenangan otoritas hukum di Arab Saudi, namun Kemnaker menyayangkan eksekusi hukuman mati itu tanpa notifikasi kepada pemerintah Indonesia.

"Kita protes keras eksekusi hukuman mati tanpa ada notifikasi kepada pemerintah Indonesia, " kata Menaker Hanif  saat memberikan arahan acara “Konsolidasi Penguatan Peran dan Fungsi Penanggung Jawab Desa dan Koordinator Dinas Program Desmigratif” 2018, di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Tuti Tursilawati, dijatuhi eksekusi hukuman mati oleh pemerintah Arab Saudi pada Senin (29/10/2018) lalu,  setelah didakwa melakukan pelanggaran paling berat, hadd ghillah (tidak bisa dimaafkan oleh siapapun).

Sebelum memberikan arahan, Menteri mengajak seluruh peserta konsolidasi untuk turut mendoakan Tuti, pekerja migran asal Majalengka, Jawa Barat, tersebut. "Mari berdoa sejenak dan izinkan saya memimpin  membaca surat Alfatihah untuk yang beragama Islam dan bagi yang beragama lain silakan berdoa menurut keyakinan masing-masing. Untuk saudara kita Mba Tuti yang tanggal 29 Oktober kemarin dieksekusi mati. Kita semua merasa kehilangan," kata Hanif.

Menurut Hanif, Pemerintah telah melakukan langkah-langkah pembelaan untuk membebaskan Tuti dari hukuman mati. Baik pendampingan hukum, langkah diplomatik maupun non-diplomatik, semuanya dilakukan secara maksimal.

"Kita sudah  melakukan berbagai upaya menyelamatkan Tuti dan pekerja migran lainnya yang terancam hukuman mati. Kita berharap peristiwa seperti ini tak terulang di masa mendatang," katanya. (bam)

 
INFO TERKAIT 
 Senin, 15 April 2019 09:04:08
Kapolres Pelalawan Pimpin Serpas Pengamanan TPS
 Senin, 15 April 2019 08:04:11
Isu Ada Penambang Pasir ilegal di Pulau Rupat Ini Pernyataan Kasat Polair
 Jumat, 12 April 2019 14:52:02
Rawan Peredaran Narkoba, Gubri Syamsuar Minta Perketat Pengawasan Wilayah Perbatasan
 Jumat, 12 April 2019 07:04:14
Berakhir Sudah Pelarian Penembak Janda Beranak Tiga di Desa Rambah Samo-Rohul
 Senin, 08 April 2019 05:04:53
Tak Bertuan Tim Sat Polair Polres Bengkalis Amankan Kayu Olahan di Perairan Bengkalis
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca