Prabowo Klaim Pertaruhkan Nyawa untuk Pancasila
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Senin, 05 November 2018 09:11:51
Prabowo Klaim Pertaruhkan Nyawa untuk Pancasila
KETERANGAN GAMBAR :
Prabowo

UTUSANRIAU.CO, JAKARTA - Calon Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan, tidak pernah "pukul dada" sebagai Pancasilais. Namun ia mempertaruhkan nyawanya untuk Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya tidak pernah mengaku sebagai Pancasilais, tetapi saya pertaruhkan nyawa untuk Pancasila," kata Prabowo saat menghadiri deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di Jakarta, Ahad (4/11)

Prabowo menegaskan, Pancasila itu ada lima sila yang harus dijalankan seluruh rakyat Indonesia. Pada sila kelima ditulis "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."

Oleh karena itu, Prabowo mengatakan, ia dan Sandi memiliki dua tugas, yaitu menghilangkan kemiskinan dari bangsa Indonesia dan menegakkan keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Kedua hal ini memiliki makna yang luas sehingga koalisi yang kami bentuk disebut Koalisi Indonesia Adil dan Makmur agar bangsa kita aman karena kemakmuran bersumber dari keamanan," ujarnya.

Prabowo juga menyoroti kebijakan impor yang dilakukan oleh Pemerintah dalam sandang dan energi yang mencerminkan belum berdaulatnya bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo berjanji apabila menjadi presiden, ia dan Sandi akan mewujudkan Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri (berdikari). Sehingga tidak impor bahan pangan dan energi, bahkan Indonesia bisa swasembada.

"Saya bersaksi kalau saya dan Sandi menerima mandat rakyat maka akan membuat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri sehingga kita mampu swasembada pangan dan energi. Oleh karena itu, ke depannya tidak perlu lagi kita impor 1,3 juta barel minyak," katanya.

Ia mengingatkan, Indonesia saat ini sedang menghadapi kekuatan besar yang berasal dari luar negeri yang menginginkan Indonesia tidak kuat dan tak berdaulat dan tak bisa berdiri di atas kaki sendiri. Oleh sebab itu, kata Prabowo, rakyat Indonesia tidak boleh lemah. Kalau lemah, akan diinjak dan didikte oleh negara lain. (Rik)

 
INFO TERKAIT 
 Kamis, 15 November 2018 09:11:15
Kubu Prabowo Tak Setuju Maaruf Sebut Jokowi sebagai Santri
 Kamis, 15 November 2018 08:11:17
Anggota DPR RI Putih Sari Sosialisasikan Program Perlindungan Pekerja Informal di Purwakarta
 Rabu, 14 November 2018 09:11:57
Soliditas, Nasionalisme dan Islam Menjadi Kekuatan Bangsa Indonesia
 Selasa, 13 November 2018 04:11:10
Jumlah DPT dan TPS di Inhu Bertambah
 Selasa, 13 November 2018 09:11:31
90 Persen Pendaftar Calon Komisioner KPU se-Riau adalah Mantan Komisioner
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca