Inilah Penyebab 48 Peserta CPNS Rohul di Nayatakan Gugur
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 07 November 2018 07:11:43
Inilah Penyebab 48 Peserta CPNS Rohul di Nayatakan Gugur
KETERANGAN GAMBAR :
Foto Internet/ Ilustrasi

UTUSANRIAU.CO, ROKAN HULU - Ada 48 peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Rokan Hulu (Rohul) yang dinyatakan gugur, karena mereka tak ikuti ujian‎ Seleksi Kompetensi Dasar (SKD‎) berbasis Computer Assisted Test (CAT) di Hotel Labersa, Pekanbaru.

Ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan pelatihan (BKPP) Kabupaten Rohul Muhammad Zaki melalui Kabid Perencanaan Kepegawaian BKPP Rohul Heni Widiastuti mengaku, ke 48 peserta CPNS dipastikan gugur karena tidak ikuti ujian SKD pada hari pertama ujian, Minggu (4/11/2018) kemarin.

Jelas Heni, hari pertama ujian SKD berbasis CAT hanya ada dua sesi, yakni sesi ke empat dan sesi ke lima. Awalnya, peserta dari formasi tenaga pendidik yang mengikuti ujian sebanyak 1.427 orang,‎ namun hanya 1.379 orang yang hadir, alias 48 orang tidak hadir atau absen.Lalui, disesi ke empat hari pertama ujian, seharusnya 577 peserta CPNS yang jalani ujian, namun 14 orang tidak hadir dan langsung dipastikan gugur juga.

"Pada sesi kelima, jumlah peserta 850 orang, dan yang tak hadir 34 orang. Sehingga ke 34 orang tersebut juga dipastikan gugur karena tidak mengikuti ujian (SKD)," ungkap Heni, Selasa (6/11/2018).
 
Heni juga mengatakan, untuk jumlah peserta CPNS yang lolos ke tahap selanjutnya di hari pertama belum diketahui datanya, karena BKPP Rohul‎ mendapatkan baru sebatas mendata peserta yang tidak hadir saja."Nantinya, dari peserta yang melakukan registrasi atau mengisi daftar hadir baru bisa diketahui berapa jumlahnya," kata Heni.

Dalam proses ujian SKD berbasis CAT, peserta CPNS Rohul tidak dibolehkan membawa barang-barang, seperti handphone, dompet, jam tangan, dan lainnya, terkecuali KTP dan kartu ujian."Kita telah siapkan untuk penitipan barang di lokasi ujian, sehingga peserta yang masuk hanya membawa KTP dan kartu ujian agar menghindari kucurangan," tegas Heni. (mcr/urc)

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 20 November 2018 09:11:15
Inilah Wilyah Pemadaman Listrik Bergilir Mulai 19-23 November 2018
 Selasa, 20 November 2018 09:11:31
7 Proyek Multiyears Bengkalis Dijadikan Kegiatan Reguler 2019
 Senin, 19 November 2018 05:11:30
Sekda Meranti Minta ASN Mampu Berikan Pelayanan yang Nyaman Bagi Masyarakat
 Minggu, 18 November 2018 08:11:23
Akses Penghubung Tiga Desa Di Kecamatan Tambusai Utara Rusak Parah
 Sabtu, 17 November 2018 09:11:15
Bocah di Terkam Buaya Tewas saat Mandi di Depan Rumah
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca