Ranperda Tatib DPRD Riau Batal di Sahkan
Home | Otonomi | Pendidikan | Ekonomi | Kesehatan | Olahraga | Teknologi | Hukum | Lingkungan | Religion | Gaya Hidup | Politik | Kampus
>> Hot News
     
Rabu, 07 November 2018 07:11:55
Ranperda Tatib DPRD Riau Batal di Sahkan
KETERANGAN GAMBAR :
foto Ilustrasi Internet

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Untuk yang ke dua kalinya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tata Tertib (Tatib) DPRD Riau batal disahkan jadi Peraturan Daerah (Perda).Paripurna pengesahan yang dijadwalkan Senin (05/11/18) sekira  pukul 11.00 wib batal terlaksana karena kehadiran Anggota Dewan tidak korum.Hal ini diakui oleh Ketua DPRD Riau saat dikonfirmasi perihal tersebut padanya.  

Menurutnya, Paripurna yang sedianya beragendakan penyampaian laporan hasil kerja Pansus terhadao Peraturan DPRD Provinsi Riau tentang Tata Tertib DPRD Provinsi Riau sekaligus  Persetujuan Dewan batal, kehadiran tidak mencapai 50+1 dari 65 Anggota Dewan Riau.

"Yah mudah-mudahan nanti setelah penundaan, kawan-kawan akan banyak yang hadir. Sehingga Perda Tatib ini dapat disahkan, karena kawan-kawan juga tahu kalau Perda ini sangat penting keberadaannya bagi anggota dewanbitu sendiri," sebutnya sembari mengakui kalau masa-masa sekarang merupakan masa sibuk juga bagi anggota dewan.

Sebagaimana yang diberitakan media ini sebelumnya DPRD Riau menggodok Tatib baru berdasarkan aturan baru sesuai PP nomor 12 tahun 2018 tentang penyusunan Tatib terkait tugas dan fungsi anggota dewan.  Ini dalam penguatan peran dari lembaga dewan. 

Seperti setelah evaluasi APBD, pembahasan Badan Anggaran (Banggar) harus dengan kepala daerah, tidak hanya dengsn TAPD karena DPRD dan Gubernur mitra sejajar.  Pembahasan produk hukum DPRD lebih dipersingkat dan tidak harus melewati pandangan umum fraksi, jawaban pemerintah, tapi langsung dibentuk Pansus. 

Kalau untuk pembuatan Perda, tetap mekanismenya harus melewati pandangan fraksi. Sedangkan masa kerja Ranperda paling lama satu tahun.  Kemudian hari kerja anggota dewan akan diatur, tidak hanya pada hari kerja kalender, tapi di hari libur dewan juga bisa melakukan rapat-rapat, Banggar atau Banmus. **mcr/urc

 

PEKANBARU - Untuk yang ke dua kalinya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tata Tertib (Tatib) DPRD Riau batal disahkan jadi Peraturan Daerah (Perda).

Paripurna pengesahan yang dijadwalkan Senin (05/11) sekira  pukul 11.00 wib batal terlaksana karena kehadiran Anggota Dewan tidak korum.

Hal ini diakui oleh Ketua DPRD Riau saat dikonfirmasi perihal tersebut padanya.  Menurutnya, Paripurna yang sedianya beragendakan penyampaian laporan hasil kerja Pansus terhadao Peraturan DPRD Provinsi Riau tentang Tata Tertib DPRD Provinsi Riau sekaligus  Persetujuan Dewan batal, kehadiran tidak mencapai 50+1 dari 65 Anggota Dewan Riau.

"Yah mudah-mudahan nanti setelah penundaan, kawan-kawan akan banyak yang hadir. Sehingga Perda Tatib ini dapat disahkan, karena kawan-kawan juga tahu kalau Perda ini sangat penting keberadaannya bagi anggota dewanbitu sendiri," sebutnya sembari mengakui kalau masa-masa sekarang merupakan masa sibuk juga bagi anggota dewan.

Sebagaimana yang diberitakan media ini sebelumnya DPRD Riau menggodok Tatib baru berdasarkan aturan baru sesuai PP nomor 12 tahun 2018 tentang penyusunan Tatib terkait tugas dan fungsi anggota dewan.  Ini dalam penguatan peran dari lembaga dewan. 

Seperti setelah evaluasi APBD, pembahasan Badan Anggaran (Banggar) harus dengan kepala daerah, tidak hanya dengsn TAPD karena DPRD dan Gubernur mitra sejajar.  Pembahasan produk hukum DPRD lebih dipersingkat dan tidak harus melewati pandangan umum fraksi, jawaban pemerintah, tapi langsung dibentuk Pansus. 

Kalau untuk pembuatan Perda, tetap mekanismenya harus melewati pandangan fraksi. Sedangkan masa kerja Ranperda paling lama satu tahun.  Kemudian hari kerja anggota dewan akan diatur, tidak hanya pada hari kerja kalender, tapi di hari libur dewan juga bisa melakukan rapat-rapat, Banggar atau Banmus. (

PEKANBARU - Untuk yang ke dua kalinya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tata Tertib (Tatib) DPRD Riau batal disahkan jadi Peraturan Daerah (Perda).

Paripurna pengesahan yang dijadwalkan Senin (05/11) sekira  pukul 11.00 wib batal terlaksana karena kehadiran Anggota Dewan tidak korum.

Hal ini diakui oleh Ketua DPRD Riau saat dikonfirmasi perihal tersebut padanya.  Menurutnya, Paripurna yang sedianya beragendakan penyampaian laporan hasil kerja Pansus terhadao Peraturan DPRD Provinsi Riau tentang Tata Tertib DPRD Provinsi Riau sekaligus  Persetujuan Dewan batal, kehadiran tidak mencapai 50+1 dari 65 Anggota Dewan Riau.

"Yah mudah-mudahan nanti setelah penundaan, kawan-kawan akan banyak yang hadir. Sehingga Perda Tatib ini dapat disahkan, karena kawan-kawan juga tahu kalau Perda ini sangat penting keberadaannya bagi anggota dewanbitu sendiri," sebutnya sembari mengakui kalau masa-masa sekarang merupakan masa sibuk juga bagi anggota dewan.

Sebagaimana yang diberitakan media ini sebelumnya DPRD Riau menggodok Tatib baru berdasarkan aturan baru sesuai PP nomor 12 tahun 2018 tentang penyusunan Tatib terkait tugas dan fungsi anggota dewan.  Ini dalam penguatan peran dari lembaga dewan. 

Seperti setelah evaluasi APBD, pembahasan Badan Anggaran (Banggar) harus dengan kepala daerah, tidak hanya dengsn TAPD karena DPRD dan Gubernur mitra sejajar.  Pembahasan produk hukum DPRD lebih dipersingkat dan tidak harus melewati pandangan umum fraksi, jawaban pemerintah, tapi langsung dibentuk Pansus. 

Kalau untuk pembuatan Perda, tetap mekanismenya harus melewati pandangan fraksi. Sedangkan masa kerja Ranperda paling lama satu tahun.  Kemudian hari kerja anggota dewan akan diatur, tidak hanya pada hari kerja kalender, tapi di hari libur dewan juga bisa melakukan rapat-rapat, Banggar atau Banmus.

 
INFO TERKAIT 
 Selasa, 20 November 2018 09:11:15
Inilah Wilyah Pemadaman Listrik Bergilir Mulai 19-23 November 2018
 Selasa, 20 November 2018 09:11:31
7 Proyek Multiyears Bengkalis Dijadikan Kegiatan Reguler 2019
 Senin, 19 November 2018 05:11:30
Sekda Meranti Minta ASN Mampu Berikan Pelayanan yang Nyaman Bagi Masyarakat
 Minggu, 18 November 2018 08:11:23
Akses Penghubung Tiga Desa Di Kecamatan Tambusai Utara Rusak Parah
 Sabtu, 17 November 2018 09:11:15
Bocah di Terkam Buaya Tewas saat Mandi di Depan Rumah
 
Isi Komentar
   
Peringatan : Dilarang menulis komentar berbau SARA, fitnah, & menistakan. Penulis bertanggung jawab penuh atas komentarnya dalam forum ini, terimakasih
   
Nama*
Pesan*
 
   
  Komentar Pembaca